KUTIMPOST.COM, BALIKPAPAN – Sebanyak 120 petani kelapa sawit asal Kabupaten Kutai Timur mengikuti Pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit yang diselenggarakan LPP Agro Nusantara Training. Kegiatan tersebut merupakan implementasi Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) Tahun 2026 yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Jumat (10/7/2026).
Pelatihan berlangsung selama empat hari di salah satu hotel di Balikpapan dan diikuti peserta yang terbagi dalam 10 angkatan. Selain materi di kelas, peserta juga melaksanakan praktik lapangan di areal PT AJP, Kecamatan Samboja.
Kepala Dinas Perkebunan Arief Nur Wahyuni, diwakili Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Timur, Muhammad Yusufsyah, mengatakan pelatihan tersebut menjadi ruang belajar bersama bagi petani, pendamping, dan penyuluh dalam memahami teknis pemetaan lokasi kebun secara akurat.
“Pelatihan ini menjadi ruang belajar bersama bagi petani sawit, pendamping, dan penyuluh untuk sama-sama mempelajari teknis pemetaan lokasi kebun,” ujarnya.
Menurutnya, pemetaan merupakan dasar dalam menyusun perencanaan kebun yang efektif. Dengan peta yang akurat, petani dapat mengetahui batas areal secara lebih presisi, membagi blok kebun untuk mendukung pembangunan infrastruktur, serta mengantisipasi konflik maupun potensi tumpang tindih lahan.
Ia berharap petani dapat bekerja sama dengan pendamping dan penyuluh sehingga proses pendataan di lapangan menjadi lebih mudah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan kebun yang lebih produktif, legal, dan berkelanjutan.
Muhammad Yusufsyah menambahkan, pemetaan juga menjadi salah satu persyaratan penting dalam pengajuan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan PSR melalui tersedianya data dan informasi kebun yang clear and clean.
“Semoga apa yang kita lakukan bersama ini dapat memberikan manfaat bagi petani atau pekebun serta mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kutai Timur pada masa mendatang,” pungkasnya.
