KUTIMPOST.COM, Sangatta – Polsek Sangatta Utara melakukan monitoring dan pengecekan ketersediaan serta penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU dan Pertashop di wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Jumat (2/10/2026).
Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan dalam distribusi maupun pelayanan di SPBU.
Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan, pengecekan dilakukan secara langsung di lapangan dengan melihat kondisi stok, rencana pengiriman serta situasi pelayanan kepada konsumen.
“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap aman dan pelayanan di SPBU berjalan sesuai ketentuan. Kami juga mengantisipasi adanya potensi antrean maupun praktik yang dapat mengganggu distribusi BBM,” ujar AKP Bambang Eko.
Sedikitnya delapan titik penyalur BBM menjadi sasaran pemantauan, terdiri dari SPBU, APMS maupun Pertashop yang tersebar di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Dari hasil pengecekan, stok sejumlah jenis BBM seperti Pertalite, Pertamax, Bio Solar, Dexlite dan Pertamax Turbo masih tersedia di sejumlah lokasi. Beberapa jenis BBM tercatat memiliki stok terbatas di titik tertentu sehingga distribusi berikutnya masih menunggu proses persetujuan pengiriman dari pihak Pertamina.
Polsek Sangatta Utara juga mengantisipasi kemungkinan meningkatnya permintaan terhadap Pertalite. Kondisi tersebut berpotensi membuat antrean kendaraan pada jalur pengisian Pertalite semakin panjang.
AKP Bambang mengatakan, situasi tersebut perlu dipantau agar tidak mengganggu kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mengantisipasi kemungkinan adanya peralihan penggunaan BBM ke Pertalite yang dapat meningkatkan antrean. Karena itu, pemantauan dan pengaturan di lapangan perlu dilakukan agar pelayanan tetap berjalan tertib dan lancar,” katanya.
Dalam monitoring tersebut, kepolisian juga mencatat adanya perubahan harga pada sejumlah produk BBM. Harga Pertamax tercatat naik dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter, sedangkan Pertamax Turbo dari Rp20.350 menjadi Rp21.200 per liter.
Sementara itu, harga Dexlite tercatat turun dari Rp23.500 menjadi Rp21.650 per liter, sedangkan Pertamina Dex dari Rp28.500 menjadi Rp21.650 per liter.
Selain memastikan ketersediaan stok, petugas memberikan imbauan kepada pengelola dan petugas SPBU agar melayani konsumen sesuai ketentuan.
Polisi secara khusus mengingatkan agar tidak terjadi pengisian BBM berulang-ulang oleh pihak yang sama atau praktik pengetapan BBM yang dapat mengganggu pemerataan distribusi kepada masyarakat.
“Kami mengimbau seluruh petugas SPBU agar memberikan pelayanan sesuai aturan. Jangan sampai ada pengisian berulang-ulang oleh pihak tertentu yang dapat merugikan konsumen lainnya dan mengganggu distribusi BBM,” tegas Bambang.
Berdasarkan hasil monitoring dan pengecekan fisik di lapangan, polisi belum menemukan adanya indikasi kecurangan niaga BBM di lokasi yang diperiksa.
Namun, proses distribusi tetap menjadi perhatian karena sejumlah SPBU masih menunggu persetujuan pengiriman BBM dari pihak Pertamina.
AKP Bambang menegaskan, monitoring akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga distribusi BBM tetap aman, tertib dan sesuai ketentuan.
“Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan stok dan distribusi BBM. Apabila terdapat perubahan situasi atau potensi gangguan, akan segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya.
