ICF Kutai Timur Gelar Muskab 2026, Benahi Tata Kelola Organisasi dan Siapkan Atlet Hadapi Porprov Paser Menuju Prestasi Nasional

oleh -208 Dilihat
oleh
ICF Kutai Timur Gelar Muskab 2026, Benahi Tata Kelola Organisasi dan Siapkan Atlet Hadapi Porprov Paser Menuju Prestasi Nasional

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) yang kini bertransformasi menjadi Indonesia Cycling Federation (ICF) Kabupaten Kutai Timur menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) Tahun 2026 di Hotel Zenova, Sangatta Utara, Minggu (26/7/2026).

Agenda tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan organisasi sekaligus menyusun arah baru pembinaan olahraga balap sepeda di Kutai Timur.

Mengusung tema “Melalui Transformasi Organisasi ICF Kutai Timur Mewujudkan Tata Kelola yang Modern, Profesional dan Prestasi Atlet Berdaya Saing Nasional”, Muskab dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur Basuki Isnawan, Ketua KONI Kutai Timur Rudi Hartono, perwakilan ICF Provinsi Kalimantan Timur, pengurus klub sepeda, atlet, komunitas pesepeda, serta sejumlah tamu undangan.

Musyawarah tersebut tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga wadah konsolidasi organisasi dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, serta mempersiapkan kontingen balap sepeda Kutai Timur menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur di Kabupaten Paser.

Ketua Panitia Muskab, Indra Saputra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan seluruh elemen balap sepeda di Kutai Timur agar memiliki visi yang sama dalam membangun organisasi yang lebih profesional.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, pengurus, klub, atlet, komunitas sepeda, serta rekan-rekan media yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Muskab ini. Kegiatan ini bukan hanya sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan membangun komitmen bersama demi kemajuan olahraga balap sepeda di Kabupaten Kutai Timur,” ujar Indra Saputra.

Ia menjelaskan, Muskab diharapkan mampu menghasilkan kepengurusan yang solid serta program kerja yang benar-benar menjawab kebutuhan pembinaan atlet di daerah.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan ICF Kutai Timur. Dengan semangat kebersamaan, kami optimistis organisasi ini mampu berkembang lebih baik dan melahirkan atlet-atlet yang berprestasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kutai Timur Rudi Hartono menegaskan bahwa organisasi olahraga harus dijalankan sesuai mekanisme yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Menurutnya, tata kelola organisasi yang baik akan menjadi fondasi utama dalam mencetak prestasi atlet.

“Saya mengapresiasi pengurus sebelumnya yang telah membawa nama Kutai Timur meraih berbagai prestasi di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Kepada pengurus yang akan terpilih, jalankan organisasi sesuai aturan yang berlaku. Organisasi olahraga bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga harus memiliki administrasi yang tertib, transparan, dan profesional,” tegas Rudi.

Ia juga menaruh harapan besar terhadap munculnya regenerasi kepemimpinan di tubuh ICF Kutai Timur yang didominasi generasi muda.

“Kutai Timur memiliki banyak atlet muda berbakat. Saya berharap kepengurusan baru bersama seluruh klub mampu melakukan pembinaan secara maksimal sehingga lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah. KONI siap bersinergi bersama Dispora dan seluruh stakeholder untuk mendukung pembinaan olahraga balap sepeda,” katanya.

Rudi juga menyinggung persiapan menghadapi Porprov Kalimantan Timur di Kabupaten Paser. Menurutnya, meski terdapat dinamika mengenai jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan, semangat pembinaan tidak boleh surut.

“Jangan pernah berhenti melakukan pembinaan. Atlet sudah berlatih bertahun-tahun untuk tampil di ajang resmi. Apa pun keputusan mengenai cabang olahraga nantinya, latihan harus tetap berjalan karena prestasi hanya lahir dari proses pembinaan yang berkesinambungan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Dispora Kutai Timur Basuki Isnawan mengajak seluruh insan balap sepeda mengedepankan persatuan dan menghilangkan perbedaan demi kemajuan olahraga di daerah.

“Kita bangun olahraga Kutai Timur menjadi olahraga yang sehat, harmonis, dan penuh semangat kebersamaan. Tidak perlu ada konflik yang justru menghambat prestasi. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kutai Timur,” kata Basuki.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dispora akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga, termasuk cabang balap sepeda.

“Dispora akan terus mendukung pembinaan atlet dan berkolaborasi dengan KONI maupun ICF. Balap sepeda memiliki potensi besar karena saat ini minat masyarakat terhadap olahraga sepeda terus meningkat. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus mengembangkan olahraga sepeda sebagai budaya hidup sehat di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Dispora juga berkomitmen meningkatkan kualitas sarana olahraga agar atlet memiliki fasilitas latihan yang memadai.

“Kami ingin fasilitas olahraga dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga atlet merasa nyaman berlatih dan mampu meningkatkan prestasinya. Setelah Muskab ini selesai, kami berharap kepengurusan baru segera menyusun program kerja dan langsung bergerak mempersiapkan atlet menghadapi Porprov Paser maupun kejuaraan-kejuaraan lainnya,” tambah Basuki.

Melalui Muskab 2026 tersebut, ICF Kutai Timur diharapkan mampu memasuki babak baru dengan tata kelola organisasi yang lebih modern, profesional, dan akuntabel. Sinergi antara pengurus, klub, atlet, KONI, Dispora, serta seluruh pemangku kepentingan diyakini menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem olahraga balap sepeda yang semakin maju.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan organisasi yang semakin kuat, ICF Kutai Timur optimistis mampu mencetak atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya bersaing di tingkat Provinsi Kalimantan Timur, tetapi juga mampu mengharumkan nama daerah di level nasional.