Rafi Aji Saputra Terpilih Secara Aklamasi Pimpin ICF Kutai Timur, Fokus Benahi Pembinaan Atlet Usia Dini dan Siapkan Prestasi Menuju Porprov

oleh -82 Dilihat
oleh
Rafi Aji Saputra Terpilih Secara Aklamasi Pimpin ICF Kutai Timur, Fokus Benahi Pembinaan Atlet Usia Dini dan Siapkan Prestasi Menuju Porprov

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Musyawarah Kabupaten (Muskab) Indonesia Cycling Federation (ICF) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026 menetapkan Rafi Aji Saputra sebagai Ketua ICF Kutai Timur periode terbaru. Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam forum Muskab yang digelar di Hotel Zenova Royale, Sangatta Utara, Minggu (26/7/2026).

Terpilihnya Rafi Aji Saputra menandai dimulainya babak baru kepengurusan ICF Kutai Timur yang mengusung semangat transformasi organisasi menuju tata kelola yang lebih modern, profesional, dan berorientasi pada peningkatan prestasi atlet.

Muskab yang mengangkat tema “Melalui Transformasi Organisasi ICF Kutai Timur Mewujudkan Tata Kelola yang Modern, Profesional dan Prestasi Atlet Berdaya Saing Nasional” tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur Basuki Isnawan, Ketua KONI Kutai Timur Rudi Hartono, jajaran pengurus ICF Provinsi Kalimantan Timur, para ketua klub, atlet, komunitas pesepeda, serta tamu undangan.

Dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, Rafi Aji Saputra menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Muskab dan ketua klub yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin organisasi balap sepeda di Kabupaten Kutai Timur.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh ketua klub dan peserta Muskab yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan ICF Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya.

Rafi menegaskan, alasan utamanya maju sebagai ketua bukan sekadar memimpin organisasi, tetapi ingin memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini. Menurutnya, Kutai Timur memiliki banyak bibit atlet berbakat yang selama ini belum mendapatkan pembinaan secara maksimal.

“Selama beberapa bulan terakhir saya melihat banyak anak-anak di Kutai Timur yang memiliki potensi besar di cabang olahraga balap sepeda. Mereka memiliki bakat, tetapi masih membutuhkan wadah dan pembinaan yang lebih terarah. Karena itu saya ingin ICF menjadi jembatan bagi atlet-atlet muda untuk berkembang,” katanya.

Ia juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada seluruh klub dan komunitas sepeda di Kutai Timur. Menurutnya, kemajuan organisasi hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen olahraga balap sepeda bersatu dan saling mendukung.

“Saya terbuka terhadap semua masukan. Apabila ada atlet potensial maupun program yang perlu dikembangkan, silakan disampaikan. Mari kita bersama-sama membangun ICF agar semakin kuat dan mampu melahirkan atlet-atlet yang membanggakan Kutai Timur,” ungkapnya.

Rafi menambahkan, kepengurusan yang baru akan segera menyusun program kerja yang berorientasi pada pembinaan atlet, peningkatan kompetensi pelatih, penyelenggaraan kejuaraan secara berkelanjutan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, KONI, sekolah, dan seluruh klub sepeda.

Program tersebut juga diarahkan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur di Kabupaten Paser, sekaligus membangun sistem pembinaan atlet jangka panjang.

Sementara itu, Kepala Dispora Kutai Timur Basuki Isnawan mengajak kepengurusan baru untuk mengedepankan kebersamaan dan meninggalkan perbedaan demi kemajuan olahraga balap sepeda.

“Tidak ada gunanya kita terus memperdebatkan perbedaan jika akhirnya tidak menghasilkan prestasi. Mari kita bangun olahraga Kutai Timur menjadi olahraga yang sehat, harmonis, dan penuh semangat persaudaraan. Dispora akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet dan pengembangan organisasi ICF,” tegas Basuki.

Ketua KONI Kutai Timur Rudi Hartono juga berharap kepengurusan baru mampu menjalankan organisasi sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, serta fokus mencetak atlet-atlet berprestasi.

“Jalankan organisasi sesuai AD/ART, perkuat administrasi, dan lakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan. Kutai Timur memiliki potensi atlet yang besar. Saya optimistis di bawah kepengurusan baru, ICF mampu melahirkan prestasi yang lebih baik di tingkat provinsi maupun nasional,” kata Rudi.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, ICF Kutai Timur diharapkan segera bergerak menyusun program pembinaan yang terukur, memperkuat koordinasi dengan seluruh klub, serta mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Porprov Kalimantan Timur.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk menjadikan balap sepeda sebagai salah satu cabang olahraga andalan Kabupaten Kutai Timur dalam meraih prestasi di tingkat regional maupun nasional.