Stok BBM Aman, Polisi Ingatkan SPBU Cegah Pengisian Berulang Pengetap

oleh -53 Dilihat
oleh
Stok BBM Aman, Polisi Ingatkan SPBU Cegah Pengisian Berulang Pengetap

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Polsek Sangatta Utara melakukan monitoring dan pengecekan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Kutai Timur, Selasa (1/9/2026).

Monitoring dilakukan untuk memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada masyarakat. Dari hasil pengecekan di delapan lokasi SPBU dan APMS/Pertashop, stok BBM jenis Pertalite, Pertamax, Bio Solar dan Dexlite masih dalam kondisi aman.

Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan, monitoring dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi maupun antrean kendaraan, khususnya pada pengisian Pertalite.

“Dari hasil monitoring, stok BBM di sejumlah SPBU masih aman. Kami juga mengantisipasi adanya peningkatan antrean, terutama apabila masyarakat lebih banyak beralih menggunakan Pertalite,” ujar Bambang Eko.

Menurutnya, petugas SPBU diminta memberikan pelayanan sesuai ketentuan dan memastikan pengisian BBM dilakukan secara tertib. Hal tersebut penting untuk mencegah adanya konsumen yang melakukan pengisian secara berulang atau yang dikenal dengan istilah pengetap.

“Kami mengimbau petugas SPBU agar mengisi BBM kepada konsumen sesuai aturan. Jangan sampai ada pengisian berulang-ulang oleh pengetap yang dapat mengganggu pelayanan dan merugikan masyarakat lainnya,” tegasnya.

Dalam monitoring tersebut, polisi juga mengecek harga BBM yang berlaku di SPBU. Untuk jenis Pertalite tercatat Rp10.000 per liter, Pertamax Rp16.300 per liter, Pertamax Turbo Rp18.700 per liter, Solar Rp6.800 per liter dan Dexlite Rp20.150 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax di APMS/Pertashop tercatat Rp16.200 per liter. Penurunan harga Pertamax di SPBU dan APMS/Pertashop tersebut sebelumnya telah berlaku sejak 1 Agustus 2026.

Bambang Eko menambahkan, hasil monitoring belum menemukan adanya indikasi kecurangan niaga BBM. Pengiriman sejumlah jenis BBM di masing-masing SPBU juga masih menunggu proses persetujuan dari pihak Pertamina.

“Kami akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan stok dan distribusi BBM tetap berjalan aman serta pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” pungkasnya.