Tim Mabes TNI Turun ke Kutim, Kolonel Jerry Ingatkan Karhutla Bisa Meluas dari Api Kecil

oleh -61 Dilihat
oleh
Tim Mabes TNI Turun ke Kutim, Kolonel Jerry Ingatkan Karhutla Bisa Meluas dari Api Kecil

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Tim dari Mabes TNI turun ke Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, untuk memberikan penyuluhan dan penguatan kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), di Aula Kecamatan Sangatta Utara, Senin (7/9/2026).

Kolonel Jerry, salah satu personel tim penyuluhan Karhutla, mengatakan kehadiran tim tersebut bertujuan mengingatkan kembali masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Karhutla.

Menurutnya, persoalan Karhutla terus berulang setiap tahun meskipun secara teori langkah pencegahannya telah dipahami oleh para pemangku kepentingan di daerah.

“Tujuan utama kita hanya mengingatkan kembali kepada masyarakat terkait pencegahan Karhutla. Karena apa? Kenapa tiap tahun selalu terjadi kebakaran?” ujar Jerry.

Ia menjelaskan, kondisi Karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Timur menjadi perhatian. Beberapa daerah yang disebut mengalami kondisi cukup parah antara lain Berau, Samarinda dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sementara itu, kondisi di Kutai Timur dinilai relatif lebih terkendali karena masyarakat maupun perusahaan telah melakukan langkah antisipasi lebih awal.

Menurut Jerry, karakteristik Kutai Timur yang memiliki banyak lahan masyarakat membuat penanganan kebakaran dapat dilakukan secara berlapis. Selain itu, sejumlah perusahaan juga telah memiliki sistem keselamatan dan pencegahan kebakaran masing-masing.

“Di sini banyak PT KIN, PT KPC dan lain-lain. Jadi dia sudah punya safety-nya masing-masing untuk pencegahan lebih awal,” jelasnya.

Tim penyuluhan Mabes TNI tersebut direncanakan menjalankan kegiatan selama kurang lebih satu bulan. Fokusnya bukan hanya memberikan materi baru, tetapi mengingatkan kembali masyarakat terhadap pengetahuan dan langkah pencegahan yang sebelumnya sudah disampaikan.

Jerry menyebut sejumlah hal mendasar yang harus menjadi perhatian masyarakat, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan pembakaran lahan terbuka, hingga meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar.

“Tidak membuang sembarangan, terus tidak membakar lahan terbuka, terus tanggap terhadap apa yang dilihat, kemudian turut serta,” katanya.

Ia menegaskan, pencegahan Karhutla tidak dapat dibebankan hanya kepada satu institusi. Ketika ditemukan potensi kebakaran, seluruh unsur harus mampu bergerak cepat sesuai arahan pimpinan.

Menurutnya, TNI, Polri, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan unsur terkait lainnya perlu membangun koordinasi agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.

“Semua lapisan, baik TNI, Polri, Damkar atau semuanya, MPA, segala macam, itu bisa turun biar cepat tertangani,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan tugas di Kutai Timur, tim dari Mabes TNI yang ditempatkan di wilayah tersebut berjumlah 11 personel. Personel tersebut merupakan bagian dari pembagian tim dari tingkat Kodam hingga Kodim di wilayah Kalimantan Timur.

Selain personel Mabes TNI, terdapat pula unsur jenderal dari Mabes TNI serta siswa Sesko TNI yang ikut dalam kegiatan tersebut untuk melakukan pembelajaran dan analisis terkait pola berulangnya karhutla.

Jerry mengatakan, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah fenomena kebakaran yang kerap muncul ketika terjadi El Nino. Karena itu, kegiatan penyuluhan juga diarahkan untuk mencari dan memahami faktor penyebab agar pencegahan ke depan dapat dilakukan lebih matang.

“Intinya mereka ke sini untuk mempelajari, menganalisa kenapa kok tiap tahun selalu terjadi kebakaran. Padahal secara teori dia sudah pegang, kenapa sering terjadi yang seperti itu,” katanya.

Dalam kegiatan penyuluhan dan diskusi yang dilakukan di Kecamatan Bengalon, tim juga menginventarisasi berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan. Hasil pembahasan tersebut telah disampaikan kepada pihak kecamatan untuk ditindaklanjuti.

Jerry mengatakan, pemerintah kecamatan nantinya dapat menyampaikan hasil tersebut kepada Bupati Kutai Timur, dan selanjutnya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur apabila diperlukan.

“Sudah kami mempelajari masalah, permasalahan apa yang ada, sudah disampaikan ke camat. Nanti camat akan bersurat ke bupati. Bupati nanti akan bersurat juga kemungkinan ke gubernur terkait permasalahan ini yang ditemukan pada saat diskusi kemarin,” jelasnya.

Ia berharap penyuluhan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk tidak melakukan pembiaran terhadap potensi kebakaran. Menurutnya, api kecil maupun persoalan kecil harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

“Artinya kita harus turut serta, jangan ada pembiaran seperti itu,” tegas Jerry.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari upaya pencegahan karhutla di Kutai Timur, terutama menghadapi kondisi kemarau yang meningkatkan risiko munculnya titik api dan meluasnya kebakaran apabila tidak segera ditangani.

No More Posts Available.

No more pages to load.