TNI Dorong Pencegahan Karhutla dari Hulu, Masyarakat Diminta Hentikan Pembakaran Lahan

oleh -541 Dilihat
oleh
TNI Dorong Pencegahan Karhutla dari Hulu, Masyarakat Diminta Hentikan Pembakaran Lahan

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta unsur pendukung lainnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam materi “Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan” yang disusun sebagai pedoman kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla. Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla.pdf

Materi tersebut menempatkan prinsip “cegah sebelum terbakar, deteksi dini, lapor cepat, tangani secara terpadu” sebagai langkah utama dalam menghadapi potensi karhutla.

Karhutla dinilai bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap keselamatan, kesehatan, perekonomian, hingga aktivitas sosial masyarakat. Risiko tersebut disebut semakin meningkat ketika memasuki musim kemarau panjang.

Dalam upaya pencegahan, masyarakat menjadi salah satu unsur penting. Pengelolaan sisa vegetasi, pemantauan sumber api, serta menghindari aktivitas pembakaran ketika kondisi panas dan angin kencang menjadi langkah yang ditekankan.

Materi menjelaskan konsep Segitiga Api, yang terdiri atas tiga unsur utama, yakni bahan bakar, panas atau sumber api, dan oksigen.

Bahan bakar dapat berupa rumput kering, daun, ranting, gambut maupun tumpukan sampah. Sementara sumber panas atau api antara lain berasal dari puntung rokok, api unggun, pembakaran lahan dan penggunaan mesin.

Karena itu, pengendalian bahan bakar serta disiplin terhadap penggunaan api di area terbuka menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran.

Faktor manusia juga disebut sebagai penyebab utama kebakaran, di antaranya pembukaan lahan dengan cara dibakar, pembakaran tanpa pengawasan, membuang puntung rokok sembarangan, serta meninggalkan sisa perapian sebelum benar-benar padam.

Di sisi lain, faktor alam dapat memperluas kebakaran, terutama ketika kemarau panjang, suhu udara tinggi, kelembapan rendah, hembusan angin kencang, serta kondisi lahan yang mudah terbakar.

Penanggulangan karhutla diarahkan melalui sistem terpadu dengan lima pilar utama.

Pilar tersebut mencakup birokrasi dan lapangan, kajian dan teknologi, deteksi dini dan alur pelaporan, tindakan nyata masyarakat, serta kesiapan personel dan peralatan.

Dukungan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, akademisi, pakar serta dukungan teknologi menjadi bagian dari strategi tersebut.

Pada tingkat lapangan, kesiapan personel dan peralatan juga menjadi faktor penting. Alat pemadam, perlengkapan pelindung diri, alat manual, navigasi dan komunikasi harus dipastikan siap digunakan untuk mendukung operasi penanganan.

Materi juga menekankan pentingnya deteksi dini. Setiap potensi titik api harus segera diamati dan dilaporkan sehingga dapat ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Masyarakat didorong untuk tidak membiarkan api menyala tanpa pengawasan. Jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran, laporan harus disampaikan dengan cepat dan dilengkapi informasi lokasi agar petugas dapat melakukan penanganan.

Selain pemadaman, patroli desa dan pemantauan wilayah rawan juga menjadi bagian dari upaya operasional untuk mencegah munculnya titik api baru.

Upaya pencegahan juga diarahkan langsung kepada masyarakat melalui beberapa langkah, seperti menghentikan pembakaran lahan, mewaspadai sumber api, menjaga sumber air, mendukung patroli desa, serta bertindak cepat ketika menemukan indikasi kebakaran.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran ketika kondisi panas, kering dan angin kencang karena situasi tersebut dapat mempercepat penyebaran api.

Karhutla pada akhirnya tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan. Dampaknya dapat menjalar ke sektor kesehatan, lingkungan, ekonomi dan sosial, termasuk gangguan pernapasan, kerusakan ekosistem, kegagalan panen, terganggunya roda perdagangan, hingga terganggunya aktivitas masyarakat.

Karena itu, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur secara berkelanjutan.

Pesan utama yang ditekankan dalam materi tersebut adalah pencegahan harus dilakukan sebelum api muncul. Ketika titik api ditemukan, kecepatan pelaporan dan respons menjadi kunci agar kebakaran tidak berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

No More Posts Available.

No more pages to load.