KUTIMPOST.COM, Bengalon – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menginginkan potensi pariwisata daerah semakin dikenal masyarakat luar. Ia menilai Kutai Timur memiliki kekayaan destinasi alam dan budaya yang tidak kalah menarik dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur.
Keinginan tersebut disampaikan Ardiansyah saat menghadiri kegiatan Borneo Camp 2026 di Pantai Sekerat, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, hampir seluruh kecamatan di Kutai Timur memiliki potensi wisata yang layak dikembangkan. Namun, potensi tersebut perlu didukung promosi yang lebih luas agar mampu menarik perhatian wisatawan dari luar daerah.
Ardiansyah secara khusus menyoroti minimnya informasi mengenai destinasi Kutai Timur di sejumlah bandara di Kalimantan Timur. Ia mengaku kerap melihat promosi wisata daerah lain, seperti Berau, Bontang, dan Kutai Kartanegara.
“Begitu saya nongkrong di Bandara Samarinda, yang ada itu cuma Bontang, Kukar atau Berau. Mana Kutim ini? Begitu kita juga nongkrong di Bandara Balikpapan, kita disambut dengan destinasi wisata Berau. Kutim belum punya,” ungkap Ardiansyah.
Ia meminta Dinas Pariwisata Kutai Timur memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), untuk meningkatkan promosi pariwisata.
Menurutnya, pengenalan destinasi tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan lokal. Pemerintah daerah harus mampu menghadirkan informasi wisata Kutai Timur di berbagai ruang publik dan media promosi yang mudah dijangkau masyarakat luar.
Ardiansyah menyebut sejumlah kawasan yang memiliki daya tarik wisata, mulai dari Teluk Pandan, Sangatta Selatan, Sangatta Utara, Bengalon, Kaliorang, Kaubun, Sangkulirang hingga Karangan.
Potensi tersebut meliputi pantai, goa, air terjun, kawasan karst, hutan, hingga wisata budaya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang memiliki nilai sejarah dan kekayaan alam.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Borneo Camp 2026 oleh komunitas My Trip My Adventure (MTMA). Menurutnya, kegiatan jelajah alam dapat menjadi sarana promosi langsung karena melibatkan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Ardiansyah berharap para peserta turut memperkenalkan keindahan Kutai Timur melalui pengalaman dan dokumentasi yang dibagikan kepada masyarakat luas.
“Teruslah berkarya untuk wisata Kutai Timur. Potensi kita sangat banyak. Tinggal bagaimana meningkatkan destinasi ini sehingga semua orang bisa kenal,” tegasnya.
Ia berharap sinergi pemerintah, komunitas, dan masyarakat mampu menjadikan Kutai Timur semakin dikenal sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Kalimantan Timur.







