Pemerintah Sasar Langsung Anak Putus Sekolah Lewat Cap Jempol

oleh -11 Dilihat
oleh

Sangatta – Pemerataan akses pendidikan kini semakin nyata dirasakan warga Kutai Timur (Kutim) dengan lahirnya program inovatif Cap Jempol atau Cara Pelayanan Jemput Bola Warga Belajar, yang diluncurkan bersamaan dengan RAD SITISEK Tahun 2025.

Layanan baru milik Disdikbud Kutim ini hadir sebagai solusi bagi anak putus sekolah dan remaja yang belum pernah mengenyam pendidikan agar tetap mendapatkan hak belajar melalui jalur pendidikan kesetaraan.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan Cap Jempol mengubah pola pelayanan pendidikan nonformal yang sebelumnya menunggu warga datang ke pusat layanan.

“Cap Jempol hadir untuk menjemput mereka yang hilang dari sistem pendidikan. Tidak menunggu, tetapi mendatangi,” ujarnya menegaskan.

Program ini akan diterapkan di desa, komunitas pesisir dan pondok pesantren — wilayah yang selama ini tercatat sebagai kantong terbesar Anak Tidak Sekolah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyambut baik layanan jemput bola untuk memperkuat implementasi Wajib Belajar 13 Tahun di Kutim.

“Pemerintah hadir sampai ke pintu rumah warga,” tegas Ardiansyah, memastikan seluruh fasilitas dasar sekolah telah ditanggung pemerintah.

Cap Jempol menawarkan pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C dengan ijazah resmi sebagai legalitas yang dapat digunakan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi maupun kebutuhan kerja.

Peluncuran program mendapat dukungan penuh dari TP PKK dan OPD lintas sektor, menandai langkah bersama mempercepat penurunan ATS yang masih menjadi tantangan utama Kutim.

Disdikbud berharap layanan ini menjadi jawaban bagi keterbatasan geografis dan sosial masyarakat serta memastikan tidak ada satu pun anak Kutim yang kehilangan masa depan karena tidak sekolah. (ADV)

Baca terus artikel kami di GoogleNews

No More Posts Available.

No more pages to load.