Pemuda Kutai Timur Serukan Perdamaian, Adat Istiadat Kutai Harus Dijunjung Tinggi

oleh -1478 Dilihat
oleh
Pemuda Kutai Timur Serukan Perdamaian, Adat Istiadat Kutai Harus Dijunjung Tinggi

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Sejumlah tokoh pemuda dan unsur lembaga adat di Kabupaten Kutai Timur menyerukan pentingnya menjaga kerukunan, menghormati adat istiadat setempat, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman suku dan budaya. Seruan tersebut menjadi pesan bersama agar masyarakat mengedepankan perdamaian dan menghindari konflik yang dapat mengganggu keharmonisan daerah.

Ketua Laskar Kutai Timur –Pertahanan Adat (LKT-PA), Burhanuddin, mengajak seluruh masyarakat, termasuk warga pendatang, untuk menghormati adat istiadat yang berlaku di Kutai Timur.

“Adat istiadat etam harus dijunjung tinggi. Seperti pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Di mana betis berpijak, di situ adat disanjung. Artinya, di mana pun kita berada, kita harus menghormati adat dan budaya setempat,” tegas Burhanuddin, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, menjaga adat bukan berarti membeda-bedakan masyarakat berdasarkan suku atau latar belakang. Sebaliknya, penghormatan terhadap tradisi diharapkan menjadi landasan untuk membangun kebersamaan dan mencegah kesalahpahaman.

Burhanuddin menegaskan, pemuda tidak menginginkan adanya keributan di Kabupaten Kutai Timur. Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menjaga sikap, mengendalikan emosi, serta menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan musyawarah.

“Pemuda tidak ingin ada keributan di Kutai Timur. Kita ingin hidup damai, apa pun suku yang ada di daerah ini. Mari kita saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan tidak mudah terpancing persoalan yang bisa memecah belah masyarakat,” pesannya.

Seruan serupa juga menjadi pesan penting bagi organisasi kepemudaan dan komunitas masyarakat di Kutai Timur. Ketua Gabungan Anak Sangatta (GAS), Kiting, diharapkan turut mengajak generasi muda menjaga solidaritas, memperkuat komunikasi, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik antarkelompok.

“Kami tidak ingin ada keributan di Kutim, kita mau adem ayem, saling menghormati dan menghargai antar suku disini, dan ini sesuai pesan Pak Wakapolda saat kunjungan ke pendopo adat kemarin,” ujarnya Kiting.

Sementara itu, Ketua Laskar Kebangkitan Kutai (LKK), Ronny Effendi, juga menjadi bagian dari elemen masyarakat yang diharapkan memperkuat pesan persatuan dan penghormatan terhadap kearifan lokal. Peran organisasi kepemudaan dinilai penting untuk membangun kesadaran bahwa keamanan dan kedamaian daerah merupakan tanggung jawab bersama.

Keterlibatan pemuda dari berbagai latar belakang diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi ketika muncul persoalan di tengah masyarakat. Dengan mengedepankan dialog, perbedaan pandangan dapat diselesaikan tanpa harus berkembang menjadi pertikaian.

“Kita kedepannya saling mengutamakan dialog agar tidak terjadi lagi hal seperti ini (denda adat), agar semua bisa saling menghormati satu sama lain,” pesannya.

Kepala Adat Swargabara, Ismail AD, juga menjadi unsur penting dalam menjaga nilai-nilai adat dan keharmonisan masyarakat. Peran pemangku adat diperlukan untuk memberikan pemahaman mengenai norma setempat serta mendorong penyelesaian persoalan melalui musyawarah sesuai ketentuan yang berlaku.

Penghormatan terhadap adat istiadat perlu berjalan beriringan dengan sikap saling menghargai hak setiap warga. Dengan demikian, adat dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan, bukan alasan untuk mempertajam perbedaan.

Di tengah keberagaman masyarakat Kutai Timur, komunikasi antara tokoh pemuda, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah menjadi penting untuk mencegah kesalahpahaman serta menjaga stabilitas sosial.

Pesan yang disampaikan para unsur pemuda dan adat tersebut menegaskan pentingnya membangun Kutai Timur sebagai daerah yang aman, damai, dan terbuka bagi seluruh masyarakat.

Menjunjung tinggi adat istiadat, menghormati sesama, dan mengutamakan musyawarah menjadi langkah penting untuk menjaga persatuan. Dengan semangat kebersamaan, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus merawat kerukunan dan menjadikan perdamaian sebagai kepentingan bersama.

No More Posts Available.

No more pages to load.