Pesta Adat Lom Plai, Joni; Warisan Budaya Harus Dijaga

oleh -573 views
oleh
Pesta Adat Lom Plai, Joni
Ketua DPRD Kutim, Joni, saat menghadiri pesta adat dan budaya Lom Plai, di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau. Selasa (2/5/2023)
banner 1024x768

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Pesta Adat Lom Plai, Joni; Warisan Budaya Harus Dijaga.

Lom Plai merupakan pesta adat dan budaya suku Dayak Wehea, yang ada di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur.

Ribuan orang memadati puncak acara ‘Embob Jengea’ di lapangan Desa Nehas Liah Bing, yang bekerjasama dengan dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur.

Ketua DPRD Kutai Timur, Joni, bersama Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman dan Wabup Kasmidi Bulang, ikut serta dalam puncak acara itu.

Joni, mengatakan jika dirinya baru pertama kali ikut dalam acara Lom Plai, di Kecamatan Muara Wahau.

Baca Juga :  Novel; Kejar Ketertinggalan Pembangunan Infrastruktur

“Saya baru pertama kali kesini dan pertama kali juga ikut serta dan menyaksikan acara adat seperti ini,” ungkapnya. Selasa (2/5/2023).

Lanjutnya, adat istiadat harus terus dijaga dan jangan sampai ditinggalkan.

“Bagaimanapun juga, adat dan istiadat tidak boleh ditinggalkan, boleh saja perkembangan zaman dan teknologi tapi adat jangan sampai dihilangkan, sesuai pesan nenek moyang kita adat jangan sampai dihilangkan” pungkasnya.

Sebelum acara puncak, sederet kegiatan melengkapi Lom Plai. Tarian di atas rakit dan Seksiang (perang-perangan di atas perahu) menjadi daya tarik tersendiri.

Baca Juga :  Faizal Berharap Perusahaan Berikan Hak Para Pekerja

Sepanjang sungai Nehas Liah Bing, ratusan masyarakat ikut menyaksikan tarian dan Seksiang, yang dilakukan pemuda dan pemudi.

Menggambarkan tradisi yang kental akan warisan lelulur dan sejarah perjuangan masyarakat Dayak yang ada di Kecamatan Muara Wahau.

Tarian Hedoq, menutup puncak acara yang diikuti oleh 6 desa adat yang masih masuk di dalam Dayak Wehea.