Slank Meriahkan Rame-Ramein Fest, Ribuan Slankers Tumpah di Stadion Kudungga

oleh -20 Dilihat
oleh
Slank Meriahkan Rame-Ramein Fest, Ribuan Slankers Tumpah di Stadion Kudungga

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Stadion Kudungga Sangatta bergemuruh, Sabtu (3/10/2026) malam. Ribuan Slankers memadati arena Rame-Ramein Fest untuk menyaksikan langsung penampilan Slank.

Denting lagu “I Miss U but I Hate U” membuka penampilan. Begitu suara Kaka terdengar dari panggung, penonton langsung bernyanyi bersama. Tangan terangkat, tubuh bergoyang, dan suara ribuan Slankers menyatu mengikuti irama.

Antusiasme tidak hanya datang dari masyarakat Kutai Timur (Kutim). Sejumlah Slankers datang dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, di antaranya Mahakam Ulu, Penajam, Samarinda, hingga sejumlah wilayah di Kutim.

Mereka rela menempuh perjalanan panjang demi bertemu langsung dengan band yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik lintas generasi.

Stadion Kudungga pun berubah menjadi lautan penggemar Slank. Atribut khas Slank terlihat di tengah kerumunan, sementara penonton terus mengikuti setiap lagu yang dibawakan dari atas panggung.

Kaka kemudian menyapa ribuan penonton.

“Terima kasih buat Slankers yang sudah datang dari jauh. Malam ini kita nyanyi bareng. Yang penting tetap Slank dan tetap jaga persaudaraan,” ujar Kaka.

Suasana semakin meriah ketika lagu-lagu berikutnya dimainkan. Penonton tidak sekadar menjadi penikmat pertunjukan, tetapi ikut menjadi bagian dari konser dengan bernyanyi dan mengikuti setiap irama.

Menariknya, sejumlah Slankers datang bersama keluarga. Ada yang hadir bersama komunitas, teman seperjalanan, hingga orang tua yang mengajak anak mereka menyaksikan langsung penampilan Slank.

Fenomena itu memperlihatkan bagaimana musik Slank terus menjangkau lintas generasi. Lagu-lagu yang dahulu menemani masa muda para orang tua kini turut dinyanyikan oleh anak-anak mereka.

Salah satunya Slankers asal Penajam yang datang bersama anaknya. Perjalanan menuju Sangatta bukan hanya untuk menikmati konser, tetapi juga menjadi pengalaman keluarga sekaligus mengenalkan musik Slank secara langsung kepada generasi berikutnya.

Sejak sore, kawasan Stadion Kudungga memang telah dipadati pengunjung. Rame-Ramein Fest tidak hanya menghadirkan konser musik, tetapi juga berbagai fasilitas seperti UMKM Market, Pojok Cafe, photo booth, sponsor zone, playground, dan games.

Menurut Sutik Anik selaku EO Rame-Ramein Fest, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari tujuan penyelenggaraan festival.

“Alhamdulillah, Rame-Ramein Fest malam ini berjalan meriah. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa, bukan hanya dari Kutai Timur, tetapi juga dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Ini menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini mendapat respons positif dari masyarakat,” ujar Sutik Anik.

Ia mengatakan, kehadiran Slank menjadi salah satu daya tarik utama, namun Rame-Ramein Fest juga dirancang sebagai ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, menikmati hiburan, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan berbagai tenant yang terlibat dalam kegiatan.

“Kami berharap Rame-Ramein Fest tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal. Terima kasih kepada seluruh masyarakat, Slankers, komunitas, serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” katanya.

Berbagai kegiatan tersebut membuat kawasan festival menjadi ruang berkumpul masyarakat dari berbagai daerah.

Malam itu, jarak antara Mahakam Ulu, Penajam, Samarinda dan Kutai Timur seolah melebur di depan panggung.

Mereka datang dengan cerita masing-masing. Namun ketika “I Miss U but I Hate U” mengalun, ribuan suara berpadu menjadi satu.

Stadion Kudungga menjadi saksi meriahnya Rame-Ramein Fest dan kuatnya ikatan Slankers yang kembali berkumpul dalam satu malam di Sangatta.

No More Posts Available.

No more pages to load.