Sultan Kutai Resmi Tutup Erau Adat Pelas Benua Kutim 2026

oleh -709 Dilihat
oleh
Sultan Kutai Resmi Tutup Erau Adat Pelas Benua Kutim 2026, Pesan Pelestarian Budaya Menggema

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Rangkaian kegiatan Erau Adat Pelas Benua Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Tahun 2026 resmi berakhir pada Selasa (13/10/2026). Penutupan berlangsung di Rumah Adat Kutai, Jalan Ring Road, Kecamatan Sangatta Utara, dengan mengusung tema “Adat Lestari, Tuah Benua, Etam Berjaya”.

Penutupan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya menjaga warisan leluhur, memperkuat persaudaraan, serta mewariskan nilai-nilai adat dan budaya Kutai kepada generasi mendatang.

Sambutan Yang Mulia Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI dibacakan Sekretaris Kedaton, Hazly Azhari, bergelar Pangeran Satya Yaksa. Dalam pesannya, Sultan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, para pemangku adat, sesepuh, panitia pelaksana, pelaku seni dan budaya, generasi muda, serta masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan Erau Adat Pelas Benua 2026.

Hazly menegaskan bahwa Erau Adat Pelas Benua bukan sekadar perayaan budaya atau kegiatan seremonial. Tradisi tersebut merupakan wujud kecintaan terhadap warisan leluhur, penghormatan terhadap nilai-nilai adat, sekaligus upaya menjaga jati diri dan martabat masyarakat Kutai.

“Berakhirnya rangkaian kegiatan Erau bukan berarti berakhirnya tanggung jawab dalam melestarikan adat. Justru, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sultan juga mengajak seluruh masyarakat Kutai Timur untuk menjaga persaudaraan, mempererat silaturahmi, serta memelihara keamanan dan keharmonisan di tengah keberagaman suku, bahasa, dan budaya.

Selain itu, pihak Kesultanan menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Penyelenggaraan Erau pada tahun-tahun mendatang diharapkan semakin baik, baik dari segi tata cara pelaksanaan maupun pemahaman masyarakat terhadap makna adat yang diwariskan leluhur.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa pelaksanaan Erau menjadi kesempatan penting untuk mengenalkan kembali sejarah, adat istiadat, dan nilai-nilai budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang belum sepenuhnya memahami tradisi leluhur.

Menurutnya, Erau Adat Pelas Benua tidak hanya dimaknai sebagai pesta rakyat, tetapi juga mengandung pesan tentang penghormatan kepada leluhur, hubungan antarmanusia, kepedulian terhadap alam, serta penghambaan kepada Allah SWT.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Bupati menyampaikan terima kasih kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, lembaga dan pemangku adat, panitia penyelenggara, pelaku seni budaya, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Penutupan Erau juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur. Pemerintah daerah berharap pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata dan penguatan ekonomi masyarakat.

Sejumlah pertandingan tradisional turut memeriahkan kegiatan, di antaranya pingcilak, logo, begasim, ketapel, dan serumpit. Beragam aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan permainan tradisional sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

Setelah prosesi penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan Tari Jepen Tapak Pelas Bumi Tuah, tari Jepen bersama, beseprah, dan belimbur.

Melalui pelaksanaan Erau, masyarakat diharapkan tidak hanya mempertahankan tradisi sebagai warisan sejarah, tetapi juga menjadikannya sebagai landasan untuk memperkuat identitas budaya, persatuan, dan keharmonisan di Kabupaten Kutai Timur.

No More Posts Available.

No more pages to load.