Tinjau Potensi Desa, Manajemen KPC dan PJ Kades Teluk Rawa Survei Lokasi Wisata Air

oleh -59 Dilihat
oleh

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Tinjau Potensi Desa, Manajemen KPC dan PJ Kades Teluk Rawa Survei Lokasi Wisata Air. Pemerintah Desa Persiapan Teluk Rawa terus berupaya menggali potensi wilayah untuk mempercepat peralihan status menjadi desa definitif. Bersamaan dengan agenda rutin Jumat Bersih, PJ Kepala Desa (Kades) Desa Persiapan Teluk Rawa, Durahman, bersama perwakilan Act. Manager Community Empowerment, ESD PT KPC, Felly Lung, serta didampingi Babinsa Sangatta Utara, Sertu Bintang, melakukan peninjauan lapangan untuk memetakan potensi wisata air di wilayah tersebut, Jumat (09/01).

Kunjungan ini menyasar area sungai dan danau yang dinilai memiliki prospek strategis untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru. Langkah ini diambil sebagai bagian dari pemenuhan syarat kemandirian desa.

PJ Kades Teluk Rawa, Durahman, menjelaskan bahwa penggalian potensi desa merupakan poin krusial dalam verifikasi menuju desa definitif. Ia menekankan pentingnya desa memiliki sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) agar mampu mandiri secara finansial.

“Memang di aturan verifikasi untuk menjadi definitif, Desa Persiapan harus mencari potensi desa yang digali. Tujuannya, ke depan setelah desa ini masuk menjadi desa definitif, pendapatan untuk desa itu sudah ada. Jadi tidak (semata-mata) menjadi beban dari pemerintah pusat maupun daerah. Itu yang utama saya canangkan,” ungkap Durahman di sela-sela peninjauan.

Dalam perencanaan infrastruktur wisata, Durahman memaparkan rencana pembangunan akses jalan titian (gertak) ulin dan fasilitas penunjang di sepanjang aliran sungai yang melintasi beberapa RT, mulai dari RT 1 hingga RT 43.

“Sungai yang ada nanti gertak ulinnya sudah saya masukkan (usulan) sepanjang 500 meter di kiri dan 500 meter di kanan, lengkap dengan gazebonya. Jadi ini diproyeksikan menjadi pariwisata baru ke depannya,” tambahnya.

Selain aspek pariwisata, peninjauan ini juga membahas aspek lingkungan dan mitigasi bencana. Durrahman menyebutkan bahwa normalisasi sungai sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer dari muara bibir sungai Sangatta hingga ke area Family telah menjadi prioritas usulan pada Musrenbangdes untuk tahun anggaran 2026.

Menurutnya, normalisasi ini berfungsi ganda, yakni sebagai jalur wisata dan sebagai polder alami pengendali banjir.

“Saya titik beratkan normalisasi itu tujuannya untuk penanggulangan banjir. Saat batang sungai induk meluap atau curah hujan terlalu tinggi, air akan tertampung di sini dulu (polder alami) sebelum ke masyarakat. Usulan ini sudah kami masukkan untuk tahun 2026 dan akan kami kawal terus di Musrenbang tingkat kecamatan hingga kabupaten,” tegas Durrahman.

Baca terus artikel kami di GoogleNews

No More Posts Available.

No more pages to load.