KUTIMPOST.COM, Sangatta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Timur. Kali ini, kobaran api melanda kawasan Jalan Pertamina, RT 02, Dusun Topo Indah, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Sabtu (26/9/2026).
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan sekitar 5 hektare. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam peristiwa tersebut. Namun, kondisi ini menjadi perhatian karena kebakaran lahan berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.
Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan, penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, BPBD, Pertamina, Yonif TP 879, Masyarakat Peduli Api (MPA), Laskar Kebangkitan Kutai (LKK), serta masyarakat.
“Begitu titik api terpantau, personel gabungan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Penanganan dilakukan bersama-sama agar api tidak meluas dan membahayakan lingkungan maupun permukiman warga,” ujar AKP Bambang Eko.
Berdasarkan laporan penanganan di lapangan, titik api pertama kali terpantau di kawasan tersebut pada siang hari. Personel gabungan kemudian bergerak menuju lokasi dan melakukan pemadaman secara bertahap.
Upaya pemadaman berlangsung hingga malam hari. Dengan dukungan sejumlah armada pemadam dan personel dari berbagai unsur, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WITA.
Dalam penanganan tersebut, tim mengerahkan sejumlah kendaraan pemadam dengan kapasitas besar. Di antaranya satu unit mobil BPBD berkapasitas 4.000 liter, satu unit mobil milik Kecamatan Sangatta Selatan berkapasitas 1.200 liter, satu unit mobil Pertamina berkapasitas 5.000 liter, serta satu unit kendaraan Yonif TP 879 berkapasitas 4.000 liter.
AKP Bambang Eko menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya berhenti pada proses pemadaman. Patroli dan pemantauan titik rawan juga menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya kembali kebakaran.
Menurutnya, masyarakat telah berulang kali diimbau agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Praktik pembakaran lahan secara sembarangan dapat menyebabkan api sulit dikendalikan dan berpotensi menjalar ke kawasan lain.
“Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan meluas, sehingga berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar,” tegasnya.
Selain melakukan pemadaman, personel di lapangan juga melaksanakan patroli karhutla serta menerima informasi dari masyarakat terkait keberadaan titik api. Langkah tersebut menjadi bagian dari deteksi dini untuk mempercepat respons apabila kembali ditemukan kebakaran.
Kapolsek juga mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur yang turun langsung dalam penanganan. Sinergi lintas instansi dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemadaman, terlebih medan kebakaran membutuhkan dukungan personel dan peralatan yang memadai.
“Penanganan ini merupakan kerja bersama. TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, Pertamina, Yonif TP 879, MPA, LKK dan masyarakat bahu-membahu sampai api benar-benar dapat dipadamkan,” kata Bambang.
Hingga kegiatan berakhir, situasi dilaporkan aman dan terkendali. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil akibat peristiwa tersebut.
Polsek bersama unsur terkait juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api, terutama di kawasan lahan yang rawan terbakar. Respons cepat di tingkat awal dinilai penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi karhutla yang lebih luas.


