Dari Sekolah ke Dunia Kerja, Menanam Budaya K3LH Lewat Program Safe School

oleh -197 Dilihat
oleh
Dari Sekolah ke Dunia Kerja Menanam Budaya K3LH Lewat Program Safe School 1

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Komitmen membangun sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan dunia industri terus diperkuat melalui program PAMA Safe School yang diinisiasi oleh Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pamapersada Nusantara (PAMA) bersama PT Kalimantan Prima Persada (KPP) di wilayah Kutai Timur.

Program ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan dunia industri, khususnya sektor pertambangan, yang menuntut tenaga kerja tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan, kesehatan kerja, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup atau yang dikenal dengan K3LH (Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup).

Melalui pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan, PAMA Safe School menanamkan nilai-nilai K3LH sejak dini kepada para pelajar, terutama di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan riil dunia kerja, sehingga lulusan sekolah memiliki kesiapan yang lebih matang ketika memasuki industri.

Pelaksanaan program ini mencakup berbagai kegiatan edukatif dan praktis. Siswa tidak hanya diberikan pemahaman dasar mengenai prinsip-prinsip K3, tetapi juga dilatih untuk mampu mengidentifikasi potensi bahaya serta melakukan penilaian risiko melalui workshop Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR). Kegiatan ini menjadi penting karena membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi situasi berisiko di lingkungan kerja.

Dari Sekolah ke Dunia Kerja Menanam Budaya K3LH Lewat Program Safe School

Selain itu, pelatihan Basic Life Support (BLS) atau pertolongan pertama juga menjadi bagian penting dalam program ini. Siswa diajarkan bagaimana merespons kondisi kegawatdaruratan medis secara cepat dan tepat. Tidak hanya berhenti di situ, pelatihan pertolongan pertama di lingkungan sekolah juga dilakukan guna meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah dalam menghadapi potensi insiden.

Program ini juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan perilaku melalui internalisasi budaya K3LH. Dengan kata lain, keselamatan tidak hanya dipahami sebagai aturan, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan dan karakter siswa. Hal ini diperkuat dengan pembentukan komite K3LH di sekolah yang bertugas mengawal implementasi, pengawasan, serta evaluasi program secara berkelanjutan.

Dalam mendukung kesiapan siswa memasuki dunia kerja, PAMA Safe School juga mengintegrasikan kurikulum sekolah dengan standar industri. Melalui konsep link and match, materi pembelajaran diselaraskan dengan kebutuhan dunia usaha, termasuk pengenalan budaya kerja perusahaan seperti disiplin, etika kerja, dan profesionalisme. Langkah ini dinilai krusial agar lulusan tidak mengalami kesenjangan kompetensi saat terjun ke lapangan kerja.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian dalam program ini adalah Safety Goes to School. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan secara langsung dengan dunia industri pertambangan. Mereka mendapatkan edukasi mengenai proses kerja, jenis alat berat, serta berbagai profesi yang ada di industri tersebut. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta penerapan budaya keselamatan dalam setiap aktivitas kerja.

Kegiatan ini dikemas secara interaktif melalui demonstrasi, safety talk, diskusi, hingga kuis yang bertujuan mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam memahami pentingnya keselamatan kerja.

Program PAMA Safe School telah diterapkan di sejumlah sekolah di Kutai Timur, di antaranya SMKN 1 Bengalon, SMKN 1 Sangatta Utara, SMKN 2 Sangatta Utara, serta SMK Muhammadiyah Sangatta Utara. Selain itu, kegiatan Safety Goes to School juga menjangkau berbagai SMA dan SMK lainnya di wilayah tersebut.

Dari sisi capaian, program ini telah memberikan manfaat kepada ribuan siswa dan tenaga pendidik. Dampak yang dirasakan pun cukup signifikan, mulai dari meningkatnya kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja, hingga menurunnya potensi risiko kecelakaan di lingkungan sekolah.

Lebih dari itu, program ini juga berhasil membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai ini menjadi bekal penting bagi siswa ketika memasuki dunia kerja, khususnya di sektor industri yang memiliki tingkat risiko tinggi seperti pertambangan.

Secara jangka panjang, implementasi PAMA Safe School diharapkan mampu menciptakan generasi lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki budaya keselamatan yang kuat. Hal ini sejalan dengan upaya menekan angka kecelakaan kerja, khususnya di kalangan tenaga kerja pemula.

Selain memberikan manfaat bagi siswa, program ini juga diharapkan dapat menjadikan sekolah binaan sebagai model penerapan K3LH yang berkelanjutan. Dengan demikian, praktik baik yang telah diterapkan dapat direplikasi oleh sekolah lain, sehingga dampaknya dapat dirasakan lebih luas.

Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan industri, PAMA Safe School menjadi bukti nyata bahwa investasi pada pendidikan berbasis keselamatan merupakan langkah strategis dalam menciptakan tenaga kerja yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di era industri modern.

Ke depan, program ini diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak sekolah, sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya keselamatan, kesehatan kerja, dan kelestarian lingkungan dalam setiap aspek kehidupan.

No More Posts Available.

No more pages to load.