Duel Lawan Buaya di Tengah Banjir Bengalon, Nenek dan Cucu Selamat dengan Luka Robek

oleh -41 Dilihat
oleh

KUTIMPOST.COM, Bengalon – Aksi penyelamatan dramatis mewarnai musibah banjir yang melanda Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. Seorang nenek bernama Ernawati (65) nekat bertarung melawan buaya demi menyelamatkan cucunya, Firman Anugrah (10), yang diterkam predator tersebut di halaman rumah mereka, Selasa (17/2/2026).

Kejadian bermula sekitar pukul 13.00 WITA. Saat itu, kondisi di Jalan Poros Mulawarman, RT 02 RW 01, Desa Sepaso Barat, sedang tergenang banjir hingga ke halaman rumah. Firman diketahui sedang bermain air bersama tiga temannya, Indra (5), Rafa (8), dan Meisya.

Nahas, saat Firman sedang berenang sendiri di bagian depan halaman yang cukup dalam, seekor buaya muncul dan langsung menerkam kaki kanan bocah yang masih duduk di bangku kelas 4 SD tersebut.

Ernawati yang mendengar teriakan minta tolong langsung berlari ke depan rumah. Tanpa pikir panjang, lansia tersebut terjun ke air untuk menarik tubuh Firman dari cengkeraman buaya.

“Korban Ernawati berupaya menarik Firman ke pinggir. Tarik-menarik sempat terjadi hingga gigitan buaya di kaki korban pertama terlepas,” ujar salah satu saksi di lokasi.

Namun, teror belum berakhir. Buaya tersebut kembali menyerang secara agresif dan menggigit tangan kanan Ernawati. Beruntung, saksi lain bernama Fatmawati (44) segera datang membawa alat untuk memukul buaya tersebut. Setelah dipukul, buaya akhirnya melepaskan gigitannya dan menghilang ke dalam air keruh.

Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, membenarkan insiden penyerangan satwa liar tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan personel untuk mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memastikan kondisi korban.

“Benar, telah terjadi serangan buaya terhadap dua warga, yakni seorang anak dan lansia di Sepaso Barat. Anggota sudah ke TKP untuk mengumpulkan keterangan saksi dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ungkap AKP Asriadi saat dikonfirmasi, Selasa sore.

Kapolsek menjelaskan, kedua korban selamat namun mengalami luka serius. Firman mengalami luka robek akibat gigitan di kaki kanan, sementara Ernawati menderita luka di tangan kanan. Keduanya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Elisabeth untuk mendapatkan pertolongan medis.

AKP Asriadi menekankan agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat, terutama saat kondisi banjir di mana buaya sering kali naik ke pemukiman warga.

“Catatan penting kami adalah kurangnya pengawasan orang tua saat anak bermain air di tengah banjir. Kami mengimbau dengan tegas agar warga lebih waspada dan melarang anak-anak berenang di genangan banjir, karena kita tidak tahu bahaya apa yang mengintai di dalam air,” tegas Asriadi.

Hingga berita ini diturunkan, kedua korban masih menjalani perawatan intensif, sementara pihak kepolisian dan aparat desa terus memantau situasi di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi kemunculan kembali buaya tersebut.

Baca terus artikel kami di GoogleNews

No More Posts Available.

No more pages to load.