Dukung Geliat Ekonomi Ramadan, Polri Pastikan Keamanan Penjual dan Pembeli Takjil

oleh -24 Dilihat
oleh

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Dukung Geliat Ekonomi Ramadan, Polri Pastikan Keamanan Penjual dan Pembeli Takjil. Meningkatnya aktivitas masyarakat selama bulan suci Ramadan, khususnya menjelang waktu berbuka puasa, memunculkan banyak titik pasar tumpah atau pusat jajanan takjil dadakan. Menyikapi fenomena tahunan ini, Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) bersinergi memberikan pengamanan ketat di lokasi-lokasi tersebut.

Langkah pengamanan ini diambil bukan untuk membatasi ruang gerak warga, melainkan sebagai bentuk pelayanan prima dan dukungan Polri terhadap geliat ekonomi masyarakat selama bulan puasa.

Kasat Lantas Polres Kutai Timur, AKP Rezky Nur Harismeihendra, menegaskan bahwa kehadiran personel gabungan di lapangan bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para pedagang maupun warga yang sedang berburu takjil. Mengingat, lokasi pasar tumpah umumnya memakan bahu jalan dan berada di pusat lalu lintas yang padat (crowded).

“Selama Ramadan ini, setiap titik pasar tumpah dijaga oleh personel dari Lantas dan Dishub. Kami dari kepolisian tentunya tidak ingin menghalangi kegiatan masyarakat tersebut karena itu adalah kebutuhan, justru kami mendukung dan memberikan pelayanan,” ujar AKP Rezky.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengaturan lalu lintas sangat diperlukan di titik-titik tersebut untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas. “Kenapa kita melaksanakan pengamanan di tempat para pedagang takjil? Itu untuk menjamin keamanan penjual dan pembeli. Kita memastikan keamanan karena memang pasti akan timbul kerawanan laka di tempat yang crowded,” tambahnya.

Tidak hanya fokus pada pengamanan pasar takjil di sore hari, AKP Rezky juga menyampaikan bahwa pengamanan kepolisian akan terus ditingkatkan pada jam-jam rawan lainnya. Hal ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Kapolri, Kapolda, dan Kapolres Kutai Timur.

Peningkatan intensitas patroli dan pengamanan akan difokuskan pada waktu pelaksanaan salat tarawih, pasca-tarawih, hingga menjelang waktu sahur.

“Berdasarkan arahan pimpinan, seluruh kegiatan pengamanan kepolisian ditingkatkan menyesuaikan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di jam-jam tertentu. Ini juga untuk mencegah aktivitas rawan seperti balap liar anak-anak muda, ataupun kumpul-kumpul yang berpotensi mengakibatkan tawuran hingga fenomena perang sarung,” pungkas Kasat Lantas.

No More Posts Available.

No more pages to load.