Hadapi Lonjakan Kebutuhan Nataru, Kutim Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Daerah

oleh -98 Dilihat
oleh

SANGATTA – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Zoom Meeting yang di gelar oleh Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) dan di rangkai dengan rapat Koordinasi TPID tentang penguatan sinergi antar daerah dalam kerja sama antar daerah (KAD) ,sebagai bagian dari rangakaian kegiatan pengendalin inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Rakor yang di gelar secara virtual tersebut berlangsung di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim, Senin (17/11/2025). Kegiatan ini menjadi kegitan penting dalam upaya menjaga ketersediaan stok serta stabilitas harga kebutuhan pokok daerah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kutim Noviari Noor yang turut hadir mewakili Bupati ardiansyah Sulaiman mengatakan, rapat ini adalah upaya strategis untuk memastikan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) bisa terjangkau oleh masyarakat dan menjaga ketersediaanya yang bisanya mengalami peningkatan permintaan dari masyarakat jelang Nataru

“Momentum HKBN setiap tahunnya selalu diikuti dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, tekanan pada suplai, serta potensi fluktuasi harga. Karena itu dibutuhkan langkah yang lebih proaktif, terencana dan terkoordinasi,” ujarnya.

Ia jug amenambahkan, bahawa, Rakor ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kestabilan harga selama HKBN, tetapi juga menjadi bagian dari upaya besar membangun Kutim yang tangguh dalam menghadapi gejolak pangan, mandiri dalam memperkuat sektor produksi, serta berdaya saing dalam pengelolaan distribusi pangan di daerah.

“Kita ingin memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi dan pasar berjalan sehat. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, TPID, Forkopimda, pelaku usaha dan seluruh elemen masyarakat, saya yakin kita mampu mengendalikan inflasi, menjaga pasokan dan memastikan stabilitas harga selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2026,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Dirinya juga menyampaikan apresiasinya kepada TPID yang terus bekerja keras baik melalui program stimulan seperti program pasar murah maupun merekomendasikan kebijakan daerah yang bertujuan untuk memastikan memastikan ketersediaan bahan pangan dan menjaga stabilitas harga di wilayah Kutim.

Sementara itu, Wamendagri II Bima Arya Sugiarto yang memimpin jalanya Rakor mengatakan, berdasarkan data yang di rilis pada Oktober angka inflasi Indonesia saat ini berada di angka 2,28 dan menempati posisi ke 88 dari 66 Negara di dunia. Dan menempati peringkat 8 di ASEAN.

“Seperti kita ketahui bersama, inflasi kita juga tidak bisa di lepas dari dampak global dan faktor domestik di daerah. Ini juga menjadi perhatian kita bersama agar terus angka inflasi ini bisa terus ditekan,” ujarnya. (Adv)

Baca terus artikel kami di GoogleNews

No More Posts Available.

No more pages to load.