Hari Otonomi Daerah 2026 di Kutim, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah

oleh -27 Dilihat
oleh

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Hari Otonomi Daerah 2026 di Kutim, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 di Lapangan Kantor Bupati Kutai Timur, Komplek Perkantoran Bukit Pelangi, Jalan AW Syahrani, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Senin (27/4/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen peserta upacara. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD Kutim Jimmi, perwakilan Dandim 0909/KTM, Danlanal Sangatta, Kapolres Kutai Timur, Kejaksaan Negeri Kutai Timur, serta para kepala perangkat daerah, camat, hingga pelajar.

Barisan peserta upacara terdiri dari berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, aparatur sipil negara (ASN), serta pelajar SMA/SMK di wilayah Sangatta Utara. Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada inspektur upacara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, hingga pembacaan sejarah singkat Hari Otonomi Daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kutai Timur bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah merupakan momentum strategis untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas serta pemerataan pembangunan di seluruh daerah.

Otonomi daerah, lanjutnya, menjadi instrumen penting dalam mendorong kemandirian daerah melalui pengelolaan potensi lokal secara optimal. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah disebut sebagai kunci utama dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.

Selain itu, pemerintah daerah didorong untuk terus melakukan langkah-langkah strategis seperti integrasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil, serta penguatan inovasi berbasis digital. Peningkatan kapasitas fiskal daerah dan kolaborasi antarwilayah juga dinilai penting dalam menghadapi berbagai tantangan lintas sektor.

Usai upacara, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini harus menjadi refleksi sekaligus penguatan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Peringatan Hari Otonomi Daerah ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi yang solid menjadi kunci agar pembangunan berjalan efektif dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, guna mendukung percepatan pembangunan di daerah.

“Kami di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat reformasi birokrasi, serta mendorong inovasi daerah. Semua ini bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur secara merata,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap seluruh jajaran pemerintah daerah dapat terus bersinergi dan bekerja maksimal dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini, diharapkan semangat kemandirian daerah semakin kuat, sekaligus mampu mendorong kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kutai Timur.

No More Posts Available.

No more pages to load.