Kapolsek Sangatta Utara Bongkar Bullying yang Sering Dianggap Sepele

oleh -104 Dilihat
oleh
Kapolsek Sangatta Utara Bongkar Bullying yang Sering Dianggap Sepele

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Aksi bullying di lingkungan sekolah tidak selalu berupa kekerasan fisik. Ejekan, pemberian nama panggilan yang merendahkan, mengucilkan teman hingga mengambil barang milik orang lain tanpa izin juga dapat menjadi bentuk perundungan yang kerap dianggap sebagai candaan.

Hal tersebut menjadi perhatian Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko saat menjadi pembina upacara dalam kegiatan Police Go To School di SMK Muhammadiyah 1 Sangatta, Senin (14/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah tersebut diikuti sebanyak 619 siswa serta 55 guru dan staf. Kehadiran kepolisian dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai pentingnya disiplin, tanggung jawab, saling menghargai serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Dalam amanatnya, Kapolsek Sangatta Utara menyoroti sejumlah perilaku yang sering dianggap sepele, namun dapat masuk dalam kategori bullying.

Di antaranya memanggil teman dengan sebutan yang tidak baik, memukul atau mendorong, menyakiti secara fisik, sengaja menjauhi atau mengucilkan teman, hingga mengambil barang milik orang lain tanpa izin.

AKP Bambang Eko menegaskan, bullying tidak boleh dianggap sebagai candaan biasa.

“Bullying tidak boleh dianggap sebagai hal biasa atau sekadar bercanda. Perbuatan yang mungkin dianggap sepele oleh pelaku bisa saja menyakiti hati dan perasaan orang lain,” tegas Bambang Eko.

Ia mengajak seluruh siswa untuk membangun hubungan pertemanan yang sehat dengan mengedepankan sikap saling menghormati dan membantu.

Menurutnya, siswa yang melihat adanya tindakan bullying juga diharapkan tidak memilih diam. Persoalan tersebut dapat disampaikan kepada guru atau pihak sekolah agar segera mendapatkan penanganan.

“Kami mengajak para siswa untuk saling menghargai, menyayangi dan membantu satu sama lain. Kalau melihat teman menjadi korban bullying, jangan diam. Segera sampaikan kepada guru atau pihak yang dapat membantu,” ujarnya.

Kapolsek juga mendorong para pelajar untuk mengisi kegiatan sekolah dengan aktivitas positif yang mendukung proses belajar serta membangun suasana persahabatan.

“Jadilah teman yang baik, ramah dan suka menolong. Mari kita bersama-sama menciptakan suasana sekolah yang penuh persahabatan sehingga seluruh siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman,” pesannya.

Selain isu bullying, kegiatan Police Go To School juga menjadi sarana kepolisian menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama, percaya diri, tanggung jawab dan rasa cinta tanah air kepada para pelajar.

No More Posts Available.

No more pages to load.