Mandi di Sungai, Pelajar 12 Tahun di Bengalon Tewas Diduga Diserang Buaya

oleh -2005 Dilihat
oleh

KUTIMPOST.COM, Bengalon – Mandi di Sungai, Pelajar 12 Tahun di Bengalon Tewas Diduga Diserang Buaya. Nasib tragis menimpa seorang pelajar perempuan berusia 12 tahun di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah diduga diserang buaya saat mandi di Sungai Kelerean, Jumat (3/4/2026).

Korban diketahui bernama Citra Noor Annisa, warga Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WITA di Jembatan Sungai Kelerean, Jalan Pendidikan RT 012, Sekurau Atas Dalam.

Berdasarkan keterangan saksi, saat itu korban tengah mandi bersama sepupunya. Namun, tidak lama kemudian korban tiba-tiba hilang dari permukaan air. Salah satu saksi kemudian bergegas pulang untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga korban.

Mendapat laporan itu, pihak keluarga bersama warga segera melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai. Sekitar pukul 10.00 WITA, korban akhirnya ditemukan sejauh kurang lebih 200 meter dari lokasi awal dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Petugas dari Polsek Bengalon yang menerima informasi langsung turun ke lokasi untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban.

Kapolsek Bengalon menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal ditemukan adanya tanda-tanda serangan hewan buas.

“Setelah menerima laporan, anggota kami langsung menuju lokasi dan membantu proses evakuasi. Dari hasil pemeriksaan, pada tubuh korban terdapat luka di bagian paha yang diduga akibat gigitan hewan buas, kemungkinan buaya,” ujar Kapolsek Bengalon.

Ia juga mengungkapkan bahwa lokasi kejadian memang dikenal sebagai wilayah yang kerap muncul buaya, sehingga masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sungai, khususnya di titik yang rawan kemunculan buaya. Hal ini untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali,” tambahnya.

Usai dievakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah duka dan rencananya akan dimakamkan pada sore hari setelah salat Ashar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih waspada terhadap potensi bahaya satwa liar, khususnya di wilayah perairan yang menjadi habitat buaya.

No More Posts Available.

No more pages to load.