Parlemen Kutim Siap Kawal Hasil Musrembang

oleh -
PEMKAB KUTIM

SANGATTA, KutimPost.com. – Parlemen Kutim Siap Kawal Hasil Musrembang Kecamatan

DPRD kutim, menyatakan siap mengawal hasil musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Tingkat Kecamatan, yang nantinya akan diserahkan ke nantinya

DPRD sebagai mana Tri fungsi untuk penganggaran, pembentukan perda, dan pengawasan akan dijalankan. Salah satunya, akan membantu mengawasi jalannya pemerintahan dan proses pembangunan agar bisa berjalan lancar sebagai mana mestinya

Ketua DPRD kutim S.Sos, mengungkapkan kegiatan Musrembang Kabupaten Tingkat kecamatan di 18 kecamatan, serta hasil anggota Dewan kabupaten yang sebelumnya telah dilaksanakan, dan musrembang ini guna menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022 mendatang

Baca Juga :  Kapolres Kutim : Selamat Berkompetisi di MTQ Ke 42 Kaltim di Bontang

“Maka dari itu agar hasilnya agar tidak melenceng, Saya mengharapkan Anggota DPRD masing-masing dapilnya juga turut mengawal Hasil dari Musrembang tersebut, agar tidak keluar dari program – program yang telah diprioritaskan dari usulan-usulan pada (Musrembangcam) maupun Desa, tutur “ Joni. Kamis (25/03/21)

“karena sudah menjadi tugas pokok Anggota Dewan adalah mengawal aspirasi masyarakat khususnya Aspirasi Konstituen daerah pemilihan (Dapil) yang bersangkutan,” ungkapnya

Parlemen Kutim Siap Kawal Hasil Musrembang

Politisi Dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menegaskan, Forum tersebut merupakan pembahasan usulan – usulan yang harus atau ditampung dari Desa, Merupakan juga Sarana dan Fasilitas untuk melakukan Koordinasi antara kecamatan dan SOPD yang bersangkutan

Baca Juga :  Sekdis Pendidikan Hadiri Rapat Paripurna RPJMD Tahun 2021-2026

Tujuannya yakni untuk melakukan sinkronisasi terhadap usulan kegiatan setiap kecamatan yang sudah disampaikan pada musrembang selama ini dari tingkat sampai ke tingkat kecamatan itu sendiri di Kabupaten jadi tinggal melakukan sinkronisasi saja,” ungkap

“Kita berharap agar kiranya usulan-usulan yang masih belum terakomodir pada tahun ini, kiranya bisa direalisasikan karena masyarakat sebagai objek pembangunan itu akan menikmati dan merasakan dampak dari program itu sendiri, Pungkasnya. (adv/pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *