Parlemen Kutim Siap Kawal Hasil Musrembang

oleh -
Ketua DPRD Kutim Joni, S. Sos., Saat hadiri Musremban ke kecamatan di Kabupaten Kutai Timur. Kutimpost.com

SANGATTA, KutimPost.com. – DPRD kutim, menyatakan siap mengawal hasil musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Tingkat Kecamatan, yang nantinya akan diserahkan ke nantinya

DPRD sebagai mana Tri fungsi untuk penganggaran, pembentukan perda, dan pengawasan akan dijalankan. Salah satunya, akan membantu mengawasi jalannya pemerintahan dan proses pembangunan agar bisa berjalan lancar sebagai mana mestinya

Ketua DPRD kutim Joni S.Sos, mengungkapkan Musrembang Kabupaten Tingkat kecamatan di 18 kecamatan, serta hasil reses anggota Dewan kabupaten Kutai Timur yang sebelumnya telah dilaksanakan, dan musrembang ini guna menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022 mendatang

Baca Juga :  Wakil Ketua II DPRD Kutim Hadiri Musrenbangcam Bengalon dan Rantau Pulung

“Maka dari itu agar hasilnya agar tidak melenceng, Saya mengharapkan Anggota DPRD masing-masing dapilnya juga turut mengawal Hasil dari Musrembang tersebut, agar tidak keluar dari program – program yang telah diprioritaskan dari usulan-usulan pada (Musrembangcam) maupun Desa, tutur “ Joni. Kamis (25/03/21)

“karena sudah menjadi tugas pokok Anggota Dewan adalah mengawal aspirasi masyarakat khususnya Aspirasi Konstituen daerah pemilihan (Dapil) yang bersangkutan,” ungkapnya

Politisi Dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menegaskan, Forum tersebut merupakan pembahasan usulan – usulan yang harus atau ditampung dari Desa, Merupakan juga Sarana dan Fasilitas untuk melakukan Koordinasi antara kecamatan dan SOPD yang bersangkutan

Baca Juga :  Hasbullah Berharap Tak Ada Lagi Rasionalisasi APBD TA 2021

Tujuannya yakni untuk melakukan sinkronisasi terhadap usulan setiap kecamatan yang sudah disampaikan pada musrembang selama ini dari tingkat sampai ke tingkat kecamatan itu sendiri di Kabupaten jadi tinggal melakukan sinkronisasi saja,” ungkap joni

“Kita berharap agar kiranya usulan-usulan yang masih belum terakomodir pada tahun ini, kiranya bisa direalisasikan karena masyarakat sebagai objek pembangunan itu akan menikmati dan merasakan dampak dari program itu sendiri, Pungkasnya. (adv)