Polsek Sangatta Utara Cek 8 SPBU, Pastikan Stok BBM Aman dan Cegah Pengetap

oleh -9 Dilihat
oleh
Polsek Sangatta Utara Cek 8 SPBU, Pastikan Stok BBM Aman dan Cegah Pengetap

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Polsek Sangatta Utara melakukan monitoring dan pengecekan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Selasa (15/9/2026).

Pengecekan dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM), sekaligus mengantisipasi potensi penyimpangan dalam penyaluran kepada masyarakat.

Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan, hasil monitoring di sejumlah SPBU belum menemukan adanya indikasi kecurangan niaga BBM. Stok BBM pada sejumlah SPBU juga masih tersedia, meski beberapa jenis BBM memiliki tingkat ketersediaan yang berbeda.

“Dari hasil monitoring dan pengecekan di lapangan, belum ditemukan adanya kecurangan dalam niaga BBM. Kami juga memastikan ketersediaan BBM dan mengimbau petugas SPBU agar melayani masyarakat sesuai ketentuan,” ujar AKP Bambang Eko.

Sebanyak delapan titik SPBU, APMS dan Pertashop menjadi sasaran monitoring. Di antaranya SPBU PT Tunas Keluarga Mandiri, SPBU PT Hasnawi Sejahtera, SPBU PT Sehati Sangatta, SPBU PT Sunandar Jaya Mandiri, APMS Sehati Sangatta, APMS PT Hasnawi Sejahtera, APMS CV Berkah Alam Borneo serta SPBU PT Sehati Kutim.

Dalam pengecekan tersebut, personel turut memantau stok BBM, rencana kedatangan pasokan serta harga jual yang berlaku di masing-masing lokasi.

Dari hasil pemeriksaan, sejumlah SPBU masih memiliki stok Pertalite, Pertamax, Bio Solar, Dexlite maupun Pertamax Turbo. Namun, terdapat pula jenis BBM tertentu yang persediaannya terbatas, termasuk Pertalite di salah satu SPBU yang tercatat tersisa 801 liter dan dalam kondisi habis.

Bambang menyebut, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena perubahan ketersediaan BBM berpotensi memengaruhi pola antrean masyarakat.

“Diperkirakan sebagian masyarakat akan beralih menggunakan Pertalite. Karena itu, kami mengantisipasi kemungkinan terjadinya antrean pada jalur pengisian Pertalite dengan melakukan pemantauan dan pengaturan secara optimal,” jelasnya.

Selain memastikan stok, kepolisian juga memberikan perhatian terhadap potensi praktik pengetap BBM, yakni pengisian secara berulang yang dapat mengganggu pemerataan distribusi kepada konsumen.

“Kami mengingatkan petugas SPBU agar pengisian BBM kepada konsumen dilakukan sesuai aturan dan tidak memberikan kesempatan untuk pengisian berulang-ulang atau pengetapan,” tegas Bambang.

Dalam monitoring tersebut juga tercatat adanya perubahan harga sejumlah produk BBM. Harga Pertamax tercatat Rp16.650 per liter, Pertamax Turbo Rp21.200 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter.

Sementara itu, hasil monitoring menunjukkan sebagian pasokan BBM masih menunggu proses persetujuan pengiriman dari pihak Pertamina.

Kapolsek menegaskan, monitoring akan terus dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga distribusi BBM tetap berjalan tertib serta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan sesuai ketentuan.

“Kami akan terus melakukan pemantauan. Jika ditemukan adanya pelanggaran atau penyimpangan dalam distribusi BBM, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.