AJKT Bersiap Memilih Nahkoda Baru: Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua, Ini Pertaruhan Masa Depan Jurnalisme Kutai Timur

oleh -36 Dilihat
oleh
AJKT Bersiap Memilih Nahkoda Baru: Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua, Ini Pertaruhan Masa Depan Jurnalisme Kutai Timur

KUTIMPOST.COM, SANGATTA – Musyawarah Besar (Mubes) Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT) bukan sekadar agenda dua tahunan untuk memilih ketua baru. Di balik proses demokrasi organisasi itu, tersimpan harapan besar agar AJKT mampu menjawab tantangan dunia pers yang terus berubah, mulai dari derasnya arus informasi digital, meningkatnya tuntutan profesionalisme, hingga menjaga independensi wartawan di tengah berbagai kepentingan.

AJKT selama ini menjadi salah satu wadah yang menaungi insan pers di Kutai Timur. Berbagai kegiatan, mulai dari peningkatan kapasitas wartawan, penguatan solidaritas, hingga membangun sinergi dengan pemerintah, TNI-Polri, dan berbagai pemangku kepentingan telah menjadi bagian dari perjalanan organisasi tersebut.

Kini, memasuki masa pergantian kepemimpinan, perhatian publik mulai tertuju pada siapa sosok yang dinilai layak membawa AJKT ke arah yang lebih maju.

Pergantian kepemimpinan dalam organisasi profesi bukan hanya tentang siapa yang menang dalam pemilihan, tetapi siapa yang mampu menghadirkan gagasan, membangun kepercayaan anggota, dan menjaga marwah profesi wartawan di tengah perubahan zaman.

Di era media digital, tantangan insan pers semakin kompleks. Persaingan dengan media sosial, penyebaran hoaks, hingga tekanan terhadap independensi menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan kepemimpinan yang visioner.

Banyak kalangan berharap Mubes AJKT tidak hanya menghasilkan ketua baru, tetapi juga melahirkan program kerja yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia para jurnalis di Kutai Timur.

Purjianto, Jurnalis Kutimpost, menilai momentum Mubes harus dijadikan ajang konsolidasi organisasi, bukan sekadar kontestasi mencari jabatan.

“Ketua AJKT ke depan harus mampu menjadi pemersatu seluruh anggota tanpa membedakan latar belakang media. Organisasi ini harus menjadi rumah bersama bagi seluruh jurnalis yang menjunjung tinggi profesionalisme, independensi, dan kode etik jurnalistik,” ujar pria yang suka nongkrong di warung kopi itu.

Menurutnya, tantangan pers saat ini jauh lebih berat dibanding beberapa tahun lalu. Karena itu, kepemimpinan AJKT ke depan dituntut mampu menciptakan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan wartawan.

“Kita membutuhkan pemimpin yang memiliki visi membangun kualitas wartawan melalui pendidikan, pelatihan, dan perlindungan profesi. AJKT harus semakin kuat sebagai organisasi yang menjaga integritas, bukan sekadar simbol kebersamaan,” tambahnya.

Ia juga berharap siapa pun yang terpilih nantinya dapat merangkul seluruh anggota setelah proses pemilihan selesai.

“Perbedaan pilihan adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Namun setelah Mubes selesai, tidak boleh ada lagi kubu-kubuan. Yang ada adalah satu tujuan bersama, yakni memajukan AJKT dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi jurnalis.”

Mubes AJKT pun dipandang sebagai momentum penting untuk menentukan arah organisasi beberapa tahun ke depan. Siapa pun yang nantinya dipercaya menjadi ketua, publik berharap kepemimpinan baru mampu membawa AJKT semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan media digital, serta tetap menjadi organisasi yang menjunjung tinggi etika jurnalistik dan kepentingan publik.

No More Posts Available.

No more pages to load.