BPBD Kutim Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Sistem Peringatan Dini Gempa

oleh -82 Dilihat
oleh

BPBD Kutim Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Sistem Peringatan Dini Gempa

KUTIMPOST.COM, SANGATTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini resmi mengoperasikan perangkat Sistem Peringatan Dini Gempa atau Warning Receiver System (WRS). Kehadiran alat ini bertujuan untuk mendeteksi aktivitas seismik di seluruh wilayah Indonesia secara real-time, dengan fokus utama pengamanan wilayah Kutai Timur.

Sekretaris BPBD Kutim, Zainal Abidin, didampingi staf kedaruratan dan logistik, Hasan Lidi Powo Repa dan Masykury, mengungkapkan bahwa perangkat ini menjadi garda terdepan dalam memberikan kewaspadaan dini kepada masyarakat. Dengan adanya alat ini, setiap pergerakan tektonik yang terdeteksi dapat segera diinformasikan ke seluruh lapisan masyarakat, dari tingkat desa hingga kabupaten.

“Alat ini mendeteksi gempa di seluruh Indonesia, khususnya Kutim. Jika ada aktivitas seismik, kita bisa segera waspada dan menyampaikan informasi ke masyarakat agar ada persiapan sejak dini,” ujar Zainal.

Untuk memastikan efektivitasnya, BPBD Kutim menyiagakan operator selama 24 jam penuh. Hal ini memungkinkan informasi mengenai gejala-gejala seismik sekecil apa pun dapat langsung diteruskan kepada warga, bahkan dalam hitungan hari sebelum potensi dampak yang lebih besar terjadi.

Menanggapi perbandingan dengan sistem mitigasi di negara maju seperti Jepang, pihak BPBD Kutim tidak menutup kemungkinan adanya pengadaan sirene tsunami di masa depan, mengingat Kutai Timur memiliki garis pantai yang panjang.

“Kemungkinan (sirene) itu ada karena kita daerah lautan. Fungsinya untuk mencegah dampak yang lebih besar. Namun, untuk wewenang operasional teknisnya, nanti akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan operator yang menangani alat tersebut,” tambahnya.

Saat ini, unit WRS yang tersedia di Kutai Timur berjumlah satu unit yang ditempatkan di pusat komando BPBD. Meski hanya satu alat, jangkauan deteksinya mencakup skala nasional. Pemasangan alat ini merupakan bagian dari program distribusi sistem peringatan dini di seluruh wilayah Kalimantan Timur, di mana setiap kabupaten/kota mendapatkan satu perangkat.

“Jangkauannya seluruh Indonesia, jadi tidak mungkin (dipasang) per kecamatan. Saat ini satu alat sudah dipasang dan telah melalui tahap uji coba operasional,” pungkas Zainal.

Dengan beroperasinya alat ini, diharapkan rantai informasi bencana di Kutai Timur menjadi lebih pendek, akurat, dan mampu meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa saat terjadi bencana alam.

Baca terus artikel kami di GoogleNews

No More Posts Available.

No more pages to load.