FPB 2025 Jadi Pondasi Penguatan Kesenian Tradisional Kutim

oleh -24 Dilihat
oleh

SANGATTA – Agenda kebudayaan terbesar di Kutai Timur tahun ini tidak sekadar tampil memukau, tetapi juga menghasilkan arah baru bagi pengembangan kesenian daerah. Festival Pesona Budaya (FPB) Kutim 2025 yang resmi ditutup Minggu malam (23/11/2025), menetapkan fokus pembinaan kesenian tradisional sebagai langkah strategis pada tahun mendatang.

Ketua Panitia Padliyansyah menyebut keberagaman suguhan budaya yang tampil menjadi kekuatan utama festival, sebab melibatkan banyak subkultur sekaligus. Penonton larut dalam suasana ketika Tari Hudoq Medang Sengeatteak dan Tarsul dibawakan dengan nuansa lebih modern namun tetap berpegang pada akar tradisi.

Tidak berhenti di panggung, Kadisdikbud Mulyono memastikan peningkatan kualitas pelaku seni menjadi target utama. Ia menyatakan tahun 2026 akan menjadi awal pembinaan pelatih seni yang lebih sistematis.

“Kesenian-kesenian tradisional bisa lebih kita tampilkan, permainan-permainan tradisional bisa kita lebih galakkan, sehingga budaya kita tetap lestari. Dan tentunya juga hiburan juga perlu kita tingkatkan sebagai bentuk juga kita supaya seimbang,” ungkapnya.

Kehadiran penyanyi nasional Fanny Soegi menjadi daya tarik utama malam puncak, disaksikan warga Sangatta yang telah menantikan kemeriahan seperti ini setahun terakhir. Selain itu, penghargaan diberikan kepada pelaku seni muda melalui lomba fashion show berbahan limbah, salah satunya menempatkan Keysha Adistia Amira sebagai juara pertama.

Melalui festival ini, Kutim menegaskan budaya adalah fondasi pembangunan yang tidak boleh terabaikan. Pemerintah berharap upaya pembinaan mampu memastikan kesenian lokal terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. (ADV)

Baca terus artikel kami di GoogleNews

No More Posts Available.

No more pages to load.