FPB Kutim 2025, Mulyono: Kolaborasi Budaya dan UMKM Harus Terus Diperluas

oleh -54 Dilihat
oleh

SANGATTA – Antusiasme masyarakat pada Festival Pesona Budaya (FPB) Kutim 2025 membawa angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Tidak hanya menyedot ribuan pengunjung, perhelatan budaya ini juga menggerakkan roda ekonomi secara signifikan lewat transaksi UMKM yang menembus ratusan juta rupiah.

Mulyono, Kepala Disdikbud Kutim, menilai kolaborasi budaya dan UMKM merupakan strategi yang harus terus diperluas, sebab manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

“Alhamdulillah, Festival Pesona Budaya Kutim ini berjalan dengan baik, menurut bisa melestarikan dan memberdayakan kesenian maupun budaya di Kutim dan juga bisa meningkatkan perekonomian dengan adanya UMKM yang terlibat dalam kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Padliyansyah memaparkan bahwa 40 stan UMKM yang dihadirkan mampu memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Ia dengan bangga melaporkan, “Omzet penjualan telah mencapai Rp 200 Juta lebih sampai malam kemarin. Nah, tahu malam ini kayaknya cukup ramai, mudah-mudahan tambah meningkat omzet dari UMKM.”

Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan komitmen Pemkab Kutim dalam mendukung UMKM naik kelas. Event budaya kini tak hanya menjadi selebrasi identitas daerah, tetapi juga mesin penggerak ekonomi rakyat.

FPB 2025 memberi bukti nyata bahwa pariwisata budaya dapat menjadi instrumen ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan pelaku usaha lokal. (ADV)

Baca terus artikel kami di GoogleNews

No More Posts Available.

No more pages to load.