Kopti Kutim Sukses Mandiri Modal, Ketua Baru Soroti Reward Prestasi yang Tak Kunjung Cair

oleh -36 Dilihat
oleh

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Kopti Kutim Sukses Mandiri Modal, Ketua Baru Soroti Reward Prestasi yang Tak Kunjung Cair. Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025, Jumat (13/2/2026) di Gang Seroni 6, Sangatta Utara.

Dalam agenda yang dirangkai dengan pemilihan pengurus baru periode 2026-2029 tersebut, terungkap fakta ironis di balik kinerja gemilang koperasi. Meski telah mandiri secara finansial dan masuk dalam jajaran koperasi terbaik, reward prestasi dari pemerintah daerah hingga kini belum terealisasi.

Dalam RAT tersebut, tongkat estafet kepemimpinan resmi beralih dari Nuraji Baydhowi kepada Suwondo. Koperasi yang berdiri sejak tahun 2022 ini mencatatkan rapor hijau dalam laporan pertanggungjawabannya.

Ketua Kopti Kutim periode 2022-2025, Nuraji Baydhowi, dalam sambutannya mengungkapkan keberhasilan koperasi dalam membangun kemandirian modal. Ia mengapresiasi komitmen para pengrajin tahu tempe yang menjadi anggota, sehingga arus kas koperasi berjalan sangat sehat tanpa kredit macet.

“Perputaran kedelai saat ini mencapai 4 ton per bulan. Komitmen anggota dalam membeli kedelai sangat bagus karena tidak ada dana macet,” ungkap Nuraji.

Ia menjelaskan sejarah permodalan koperasi yang kini telah berkembang pesat. “Awalnya dimulai dari investasi pengrajin kedelai untuk pembelian perdana sebesar Rp 270 juta. Alhamdulillah, saat ini modal tersebut sudah kembali dan koperasi telah memiliki modal sendiri,” tegasnya.

Namun, di tengah paparan keberhasilan tersebut, Nuraji juga menyuarakan kekecewaannya terkait apresiasi pemerintah. Sebagai informasi, Kopti Kutim dinobatkan sebagai satu dari 10 koperasi terbaik di Kutai Timur. Prestasi ini seharusnya diikuti dengan pemberian hadiah berupa perangkat komputer dari pemerintah sebagai penunjang operasional, namun janji tersebut belum dipenuhi.

“Kopti Kutim termasuk 10 koperasi terbaik di Kutim dan (dijanjikan) mendapatkan reward komputer dari pemerintah. Namun, hingga saat ini pihak kami belum menerima hadiah tersebut,” keluh Nuraji di hadapan forum anggota.

Selain menyoroti masalah reward, Nuraji juga menyampaikan aspirasi anggotanya kepada Erik, perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan Kutim yang turut hadir. Ia menyebutkan bahwa ekosistem usaha anggota Kopti tidak hanya terpaku pada produksi tahu tempe, melainkan terintegrasi dengan sektor peternakan.

“Sebagian anggota koperasi memiliki ternak sapi dan kambing. Kami berharap ke depannya ada bantuan konkret dari pemerintah untuk mendukung sektor peternakan anggota kami ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua terpilih periode 2026-2029, Suwondo, diharapkan dapat meneruskan tren positif kemandirian ekonomi koperasi sekaligus mengawal realisasi janji pemerintah yang tertunda tersebut.

Baca terus artikel kami di GoogleNews

No More Posts Available.

No more pages to load.