Operasi Ketupat Digelar 13-25 Maret, Ini Sederet Persiapan Polres Kutai Timur Amankan Mudik

oleh -49 Dilihat
oleh

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Operasi Ketupat Digelar 13-25 Maret, Ini Sederet Persiapan Polres Kutai Timur Amankan Mudik. Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur mulai mematangkan berbagai persiapan jelang pelaksanaan Operasi Ketupat tahun 2026 untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri. Operasi kemanusiaan berskala nasional ini dijadwalkan akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret mendatang.

Menjelang operasi tersebut, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Timur bersama instansi terkait telah menyusun serangkaian langkah antisipatif. Fokus utama persiapan difokuskan pada pemetaan jalur mudik, pengecekan armada angkutan, hingga sosialisasi keamanan kepada masyarakat luas.

Kasat Lantas Polres Kutai Timur, AKP Rezky Nur Harismeihendra, menjelaskan bahwa langkah awal yang dilakukan pihaknya adalah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memastikan kelayakan infrastruktur jalan yang akan dilalui pemudik.

“Untuk persiapan menjelang Operasi Ketupat nanti, kami dari Satlantas bersama dengan Dinas Perhubungan akan melaksanakan pengecekan rute dan jalur. Kami memetakan beberapa jalur yang rawan kecelakaan serta mengidentifikasi titik-titik jalan yang rusak. Nantinya, kami akan fokus memberikan rambu-rambu peringatan di lokasi kerusakan tersebut guna meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas,” jelas AKP Rezky, Jumat (27/2/2026).

Selain faktor kelaikan jalan, AKP Rezky juga menekankan pentingnya kesiapan dari sisi armada dan pengemudi. Pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan sosialisasi intensif dan pengecekan yang menyasar para pelaku usaha angkutan umum, baik angkutan penumpang maupun barang.

Pengecekan ini meliputi standar safety riding, kelengkapan dokumen dan kendaraan, hingga yang paling krusial adalah kesiapan fisik, mental, serta kesehatan dari para sopir itu sendiri.

Lebih lanjut, persiapan Operasi Ketupat ini juga melibatkan edukasi langsung ke tengah masyarakat. Satlantas dijadwalkan akan menggelar sosialisasi keselamatan ke sejumlah sekolah dan pondok pesantren di wilayah Kutai Timur.

Tidak hanya fokus di jalan raya, Polres Kutim juga mengantisipasi potensi kerawanan di lingkungan permukiman yang ditinggal mudik oleh penghuninya. Berkolaborasi dengan Satuan Reskrim, Samapta, dan satuan kerja (Satker) lainnya, kepolisian secara masif memberikan imbauan keamanan.

Warga yang hendak melaksanakan mudik diimbau untuk memastikan rumah dalam kondisi benar-benar aman sebelum ditinggalkan. Langkah antisipasi tersebut meliputi pengecekan kembali untuk mematikan aliran listrik dan kompor guna mencegah bahaya kebakaran, serta memastikan seluruh akses rumah terkunci rapat demi mengantisipasi tindak pencurian dan kejadian yang tidak diinginkan lainnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.