Sosok, Kades Swarga bara Dapat Hadiah Berangkat dengan Kementerian PPPA ke New York

oleh -
Sosok, Kades Swarga bara Dapat Hadiah Berangkat dengan Kementerian PPPA ke New York Kutim Post
Sosok, Kades Swarga bara Dapat Hadiah Berangkat dengan Kementerian PPPA ke New York
PEMKAB KUTIM

KUTIMPOST.COM, SANGATTA – Sosok, Kades Swarga bara Dapat Hadiah Berangkat dengan Kementerian PPPA ke New York.

Dia adalah Muhammad Yamani, sosok kades (Kepala Desa) yang mendapat hadiah sebagai penghargaan untuknya, karena memiliki anggaran desa yang responsif gender.

Kades Swarga bara

“Rencananya pada 7 Maret mendatang Pak Muhammad Yamani akan diikutkan dalam sidang tahunan CEDAW (Convention on The Elimination of All Forms of Discrimination Against Women) di New York, AS, ” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim dr Aisyah saat dihubungi dari Samarinda, Rabu.

Dia menjelaskan pada peringatan Hari Peringatan Ibu (HPI) ke-91 di Semarang, Jateng pada 22 Desember 2019, tiga di Indonesia menerima piagam penghargaan dalam kategori “Peran Desa Pembangunan yang Responsif Gender tahun 2019”.

Baca Juga :  Pemerintah Masih Mengkaji PTM Di Kutai Timur

Salah satunya merupakan Swarga Bara, Kabupaten Kutim Muhammad Yamani.

Dua Kades lainnya yakni Kades Lambangsari, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat Pipit Haryanti dan Kepala Kampung Kwade, Kecamatan Moraid, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Muhammad Safi Blesia.

Menurut Aisyah, penghargaan tersebut diberikan sebab Swarga Bara, Kabupaten telah mengalokasikan 30 persen dari Dana Desa (DD) untuk kegiatan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di desanya.

“Ini semestinya menjadi inspirasi bagi kades-kades lainnya agar memerhatikan kebutuhan kaum hawa,” katanya.

Aisyah berharap akan lebih banyak lagi kades di yang mengalokasikan anggaran desa yang responsif gender sehingga makin banyak perempuan mendapatkan hak-haknya hingga di tingkat desa.

Baca Juga :  Pemkab Kutim dan Legislatif Paripurna KUPA PPAS Perubahan 2021

“Pembangunan harusnya bukan hanya bangunan secara fisik, tapi SDM juga perlu diperhatikan. Kebutuhan perempuan seperti keterampilan dan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini 10 Pokja di PKK bisa terpenuhi agar dapat menghasilkan SDM yang lebih baik ke depannya,” katanya.

Misalnya, kata dia, seperti masalah “stunting” (kekerdilan anak) di mana yang harusnya mengerti adalah ibunya.

“Kalau seorang ibu tidak punya ilmu bagaimana mau mendidik generasi yang diharapkan ke depan lebih baik lagi. Di sinilah pentingnya
anggaran desa yang responsif gender itu,” pungkas Aisyah.

Kades Swargabara Dapat. Artikel ini pernah tayang di jpnn.com dengan judul Keren, Kades Swarga Bara Raih Hadiah Berangkat dengan Kementerian PPPA ke New York