Wabup Mahyunadi Resmi Buka Festival Pesona

oleh -102 Dilihat
oleh

SANGATTA- Wakil Bupati Kutim Mahyunadi resmi membuka Festival Pesona, yang berlangsung di Alun – Alun Halaman Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat (21/11/2025) malam.

Kegiatan Festival Pesona Budaya yang berlangsung selama tiga hari, 21-23 November 2025, merupakan sebuah kegiatan yang di gelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur (Disdikbud) ini menjadi rangkaian peringatan HUT Kutim ke-26 tahun.

Fesvifal ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat persatuan, toleransi dan harmoni antar etnis semakin kuat dalam bingkai Kutim yg tangguh, mandiri dan berdaya saing dan juga generasi muda dapat mengenal, memahami dan mencintai kekayaan budaya daerahnya sendiri serta para pelaku seni budaya semakin memiliki ruang untuk berkarya dan berkaloborasi.

Dalam sambutannya, Wabub Mahyunadi menyampaikan kegiatan ini menajdi sebuah momentum yang tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga penguatan jati diri dan kebanggaan masyarakat Kutim sebagai daerah yang kaya akan keberagaman budaya.

“Acara ini sangat penting karna banyaknya budaya di Kutai Timur, Kabupaten ini menjadi rumah besar bagi banyak budaya yang mewakili dari suku-suku yang ada di Nusantara, kita wajib berbangga,” ujar Mahyunadi.

Orang nomor dua di Kutim ini menyebut, Festival ini menjadi ruang exspresi, edukasi, serta pelestarian budaya lokal mulai dari tari seni, musik tradisional, kuliner khas, permainan rakyat, hingga ritual adat yang menjadi ciri khas berbagai etnis yang hidup berdampingan di Kutim.

“Festival seperti ini harus diadakan setiap tahunnya untuk menjamin dan memastikan bahwa budaya-budaya itu selalu ada dan eksis di Kutai Timur, bukan hanya ada dan eksis tapi bisa di kembangkan dan di kreasikan mengikuti jaman yang ada supaya budaya kita tidak menjadi usang di telan oleh waktu tapi selalu di ingat dan di kembangkan dan disukai oleh masyarakat di Kutai Timur,” bebernya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Padliansyah, menyampaikan Festival ini bukan hanya sekedar tontonan tetapi ruang pertemuan atau perjumpaan, ruang silaturahmi serta ruang belajar untuk merajut kebersamaan.

“Festival ini sebuah momentum untuk menegaskan bahwa Kutai Timur bukan hanya sumber daya alam tapi juga kaya ruh, kaya identitas dan kaya peradaban, selama avcara berlangsung akan diisi oleh aneka macam pertunjukan seni dan budaya yang lengkap mulai dari yang pesisir, pedalaman maupun dari daerah lainnya,” ujar padliansyah. (Adv)

Baca terus artikel kami di GoogleNews

No More Posts Available.

No more pages to load.