KUTIMPOST.COM, Sangatta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Jalan Guru Besar RT 33, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Minggu (30/8/2026). Kobaran api membakar lahan semak belukar sekitar 10 hektare dan sempat mendekati gardu PLN.
Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan, titik api pertama kali terpantau sekitar pukul 13.30 WITA di belakang gardu PLN Jalan Guru Besar. Kondisi angin yang cukup kencang membuat api berpotensi meluas.
“Api pertama kali terlihat sekitar pukul 13.30 WITA di belakang gardu PLN. Angin kencang turut memengaruhi penyebaran api sehingga kobaran mendekati gardu PLN,” kata Bambang Eko.
Mendapat informasi tersebut, personel gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 14.15 WITA, tim mulai melakukan upaya pemadaman untuk mencegah kobaran api menjalar lebih luas dan mengancam fasilitas kelistrikan.
Pemadaman melibatkan personel Polri, TNI, BPBD, Damkar Kutai Timur, relawan, karyawan PLN serta masyarakat sekitar. Dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil water supply dikerahkan dalam proses pemadaman.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, sekitar pukul 17.15 WITA api yang berada di sekitar gardu PLN berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih menemukan sejumlah titik api yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
“Di sekitar gardu PLN api sudah berhasil dipadamkan. Namun, masih ada beberapa titik yang belum terjangkau karena kondisi medan dan lokasi yang tidak bisa dimasuki kendaraan pemadam,” jelasnya.
Situasi kembali berubah sekitar pukul 19.15 WITA. Api kembali muncul di lokasi lain di sekitar gardu PLN dan bergerak mengarah ke kawasan kebun warga RT 34 menuju arah laut.
Hingga malam hari, tim gabungan masih bertahan di lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus mengantisipasi api kembali meluas. Petugas juga masih menunggu dukungan armada pemadam untuk menjangkau titik api yang belum dapat ditangani.
“Tim masih standby di lokasi dan terus melakukan pemantauan serta pemadaman. Kami berupaya agar api tidak meluas ke permukiman maupun fasilitas penting di sekitar lokasi,” tegas Bambang.
Dalam penanganan karhutla tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan. Luas lahan semak belukar yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.
Kapolsek mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan maupun sampah di tengah kondisi cuaca dan angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan tetap waspada terhadap potensi munculnya titik api. Jika menemukan kebakaran, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin,” pungkasnya.







