Bupati Kutim Ingin Moto Desa Jadi Unggulan Pembangunan

oleh -194 views
oleh
banner 1024x768

KONGBENG – Bupati Kutai Timur (Kutim) menyebut, pada tahun 2023 ini dalam proses perjalanan pembangunan, Kecamatan Kongbeng mendapat kucuran dana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 49,8 miliar.

“Anggaran tersebut dari berbagai kegiatan yang ada. Baik pembangunan maupun belanja pegawainya. Kemudian untuk Kecamatan Muara Wahau total anggarannya sebesar Rp 45, 2 miliar,” ungkap Ardiansyah dalam Musrenbangcam di BPU Desa Makmur Jaya, Kecamatan Kongbeng yang turut dihadiri Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Ketua DPRD Kutim Joni, Wakil Ketua DPRD II Arfan dan Anggota DPRD Kutim lainnya, Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Poniso Suryo Renggono, staff Ahli Bupat dan undangan lainnya.

Lebih lanjut Ardinasyah menambahkan, pada tahun ininJadiada kegiatan yang cukup besar. Untuk Kecamatan Kongbeng, yaitu peningkatan Jalan Sidomulyo – Sri Pantun sepanjang 6,25 KM. Kegiatan tersebut masuk didalam skema belanja multi years contrack (MYC).

Baca Juga :  Joni Serahkan Alat Kesenian Tradisional Sasak Lombok Gendang Beleq

“Berikutnya untuk Kecamatan Muara Wahau di Desa Persiapan Jabdan sepanjang 6,26 KM. Karena ini sudah lama diminta oleh warga, yang salah satunya tahun ini akan kita kerjakan. Mudah-mudahan awal 2024 sudah selesai, karena skema pembangunannya tahun jamak,” ungkap orang nomor satu di Pemkab Kutim ini.

Dalam kesempatan itu, Ardiansyah juga memaparkan, dari 150 Desa (139 ditambah 11 desa persiapan) dan 2 Kelurahan, hanyan ada 2 desa yang masuk katagori tertinggal. Kemudian 22 Desa kategori mandiri, selebihnya adalah maju.

“Saya akan banyak dalam sambutan ini mengarah kepada saudara-saudara kepala desa, agar betul-betul menjadikan moto desanya itu sebagai keunggulan pembangunan desa,” tegasnya.

Baca Juga :  Uce Prasetyo : Bingung cari Penerima Bantuan

Lebih lanjut ia meminta agara Kepala desa dbergerak dengan cepat, bergerak dengan konsep yang memang ingin disampaikan. Karena hampir semua petinggi negara, mulai dari bapak presiden, menteri itu semua menitikberatkan pembangunan itu ada di desa.

“Karena desalah yang menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan ekonomi kerakyatan. Maka dari itu, kepada saudara-saudara kepala ambil salah satu program unggulan, yang mungkin keunggulan itu akan meningkatkan ekonomi kerakyatan,” ujarnya. (G-S04).

Baca terus artikel kami di GoogleNews