Diskominfo Staper Kutim Lakukan Audiensi ke Bappenas Terkait SDI

oleh -584 views
oleh
Diskominfo Staper Kutim Lakukan Audiensi ke Bappenas Terkait SDI

JAKARTA – Diskominfo Staper Kutim Lakukan Audiensi ke Bappenas Terkait SDI. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Ery Mulyadi dan jajarannya, melakukan audiensi ke Satu Data Indonesia (SDI) ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), di Jalan Karawang, Menteng, Jakarta, Kamis (25/5/2023).

Dalam kunjungan itu, Ery Mulyadi dan jajarannya disambut oleh Dicky Rahardiantoro, Manager Perencanaan, Analisa dan Pemanfaatan Data Sekretariat Satu Data Indonesia (SDI), Bappenas.

Dalam kesempatan itu, ada beberapa agenda yang dibahas. Yang pertama, terkait dengan perencanaan data. Dia menjelaskan, ada data prioritas, yakni data-data yang disediakan otonomi daerah.

Baca Juga :  Kasmidi Hadiri Halal Bi Halal Majelis Taklim An Nissa Kaliorang

“Kedua mengenai integrasi portal. Mengenai integrasi portal, kami melihat Kutim sudah terintegrasi ke SDI. Hanya saja ada mekanisme tertentu yang akan kami update sehingga diharapkan proses integrasi lebih baik,” harap Dicky.

Berapa lama proses integrasi berlangsung, Dicky menjelaskan tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya membutuhkan dari kesiapan sisi teknologi.

“Tadi sudah dijelaskan oleh Diskominfo menggunakan manajemen data Comprehensive Knowledge Archive Network (CKAN). SDI juga menggunakan CKAN, sehingga integrasi tidak menjadi masalah. Tinggal nanti koordinasi teknis antara staf kami dengan staf Diskominfo Kutim untuk menyepakati url dan lainnya yang bisa diimplementasikan,” ucap Dicky.

Baca Juga :  Wujud Kontribusi Pembangunan IKN, Kutim Jadikan Pendidikan Program Unggulan

Lebih jauh Dicky menjelaskan, selain CKAN, SDI juga menyediakan teknologi Community Speed Watch (CSW) yang support untuk integrasi data geospasial.

Sementara itu, Diar Fauzi Wiranata RA selaku Kabid Aptika Diskominfo Kutim menjelaskan bahwa Kutai Timur merupakan pionir SDI di Kalimantan Timur. Sebagai pionir ia mengakui, pihaknya sudah menyediakan juklak (petunjuk pelaksanaan) untuk integrasi ke dalam portal SDI.

“Dan menjadi rujukan utama untuk melakukan upaya integrasi tersebut. Tahapan-tahapan yang dijelaskan Manajer SDI menjadi landasan bagi kami untuk menyelesaikannya. Data-data bidang statistik akan dikerjakan oleh bidang aptika,” tutup pria yang akrab disapa Diar. (Adv)