KPC Buka Peluang Dukung Akses Makam Leluhur dan Pengembangan Wisata Budaya Kutai

oleh -118 Dilihat
oleh

KUTIMPOST.COM, Sangatta – PT Kaltim Prima Coal (KPC) membuka peluang dukungan untuk mempermudah akses menuju makam leluhur masyarakat Kutai sekaligus mendorong pengembangan potensi wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Kutai Timur.

Hal tersebut disampaikan Manager External Relations PT KPC, Nanang Supriyadi, saat bertemu dengan Pemangku Adat Kutai Kabupaten Kutai Timur, Kasmo Pital, untuk meninjau langsung salah satu situs makam leluhur yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat di kawasan Muara Sangatta.

Pemangku adat sengaja mengajak pihak KPC ke lokasi agar perusahaan dapat melihat langsung kondisi kawasan sekaligus mengetahui kebutuhan pelestarian sejarah, revitalisasi sungai, dan akses menuju petilasan Nung Bakung.

KPC Buka Peluang Dukung Akses Makam Leluhur dan Pengembangan Wisata Budaya Kutai

Pemangku Adat Kutai Kabupaten Kutai Timur, Kasmo Pital, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan warisan leluhur masyarakat Kutai sekaligus mengupayakan dukungan bagi kepentingan adat.

“Kami sengaja mengajak pihak KPC datang langsung ke lokasi supaya bisa melihat sendiri kondisi petilasan sejarah Nung Bakung. Kami berharap ada dukungan untuk kepentingan adat, terutama revitalisasi sungai dan pembukaan akses menuju lokasi makam leluhur ini agar lebih mudah dikunjungi dan sejarahnya bisa dikenal oleh generasi mendatang,” ujar Kasmo Pital.

Menurutnya, keberadaan petilasan tersebut merupakan bagian dari kekayaan sejarah masyarakat Kutai yang perlu dijaga dan diperkenalkan lebih luas. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu pelestarian situs sekaligus membuka peluang pengembangan wisata sejarah dan budaya.

Nanang Supriyadi mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan mengenal lebih jauh sejarah peninggalan leluhur masyarakat Kutai, mempererat hubungan dengan para pemangku adat, serta menjajaki peluang kerja sama untuk mengembangkan kawasan tersebut agar lebih mudah dikunjungi.

“Tujuan pertama agar kami mengetahui sejarahnya, kemudian menambah keakraban dengan para pemangku. Kami juga akan melihat peluang kerja sama ke depan, termasuk dukungan agar lokasi ini lebih mudah dikunjungi,” ujar Nanang.

Ia menjelaskan, salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah akses menuju lokasi makam. Menurutnya, terdapat jalur darat di sebelah utara yang berpotensi dimanfaatkan, tetapi belum terhubung hingga ke lokasi.

KPC, lanjut Nanang, akan melihat kemungkinan dukungan yang dapat diberikan perusahaan untuk membantu mempermudah akses tersebut.

Selain akses menuju situs sejarah, KPC juga melihat peluang pengembangan wisata berbasis potensi lokal, mulai dari wisata susur sungai, budaya, kearifan lokal, hingga kuliner khas Kutai.

Nanang menyebutkan, pengembangan wisata tersebut perlu dilakukan secara terpadu agar kekayaan sejarah, budaya, dan keindahan alam Kutai Timur dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

“Kutai ini luar biasa. Ada budaya yang bisa diangkat, keindahan alam, dan aspek sejarah. Bagaimana semuanya dikolaborasikan, termasuk wisata kuliner khas Kutai, nanti bisa kita diskusikan lebih detail bersama tim pemangku adat,” katanya.

Menurutnya, potensi wisata berbasis sungai juga perlu dikembangkan karena tidak hanya memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian sungai dan lingkungan sekitarnya.

Ia menilai, potensi wisata sejarah dan budaya memiliki prospek yang baik untuk menarik kunjungan wisatawan ke Kutai Timur apabila dikelola dan dikemas secara tepat.

Nanang menegaskan, KPC pada prinsipnya mendukung kegiatan masyarakat yang bertujuan menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya daerah. Bentuk dukungan lebih lanjut, termasuk kemungkinan dukungan pembiayaan, akan dikaji dengan mempertimbangkan peluang kolaborasi bersama pemerintah.

“KPC menjadi kolaborator pemerintah dalam mendukung kegiatan masyarakat. Kami akan melihat apa yang bisa disupport, termasuk dari aspek pembiayaan. Yang jelas, kami sangat mendukung,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat Kutai terus menjaga kekompakan dalam melestarikan budaya dan menampilkan kembali kekayaan tradisi serta sejarah yang dimiliki.

Menurut Nanang, pelestarian tersebut penting agar masyarakat setempat semakin mengenal dan bangga terhadap warisan budayanya, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat luar untuk mengenal kearifan lokal Kutai Timur.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Munir Zein Damar selaku Deputy General Manager ESD, Nanang Supriyadi selaku Manager External Relations, Rahmat Giling selaku Superintendent Government Relations, serta sejumlah tokoh Kutai.

Pertemuan antara KPC dan pemangku adat tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menjajaki kolaborasi dalam pelestarian situs sejarah, revitalisasi sungai, dan pengembangan wisata berbasis budaya lokal di Muara Sangatta, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta manfaatnya bagi masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.