Panen Semangka Melimpah Di Kutim, Tapi Terkendala Jalan Rusak

oleh -
Panen Semangka Melimpah Di Kutim, Tapi Terkendala Jalan Rusak
Edi Junjung saat melakukan panen semangka di Tepian Baru 110 Bengalon. Minggu, (18/4/2021)
PEMKAB KUTIM

KUTIMPOST.COM – Melimpah Di Kutim, Tapi Terkendala

Saat bulan puasa seperti ini, buah semangka menjadi primadona saat berbuka puasa untuk dijadikan Es buah ataupun langsung dimakan

Panen Semangka Melimpah

Ternyata, di Kutai Timur tepatnya di Tepian Baru 110, Kecamatan Bengalon. Salah satu petani berhasil memanen semangka dalam jumlah yang sangat besar

Ia adalah Edi Suprianto atau yang biasa dipanggil Junjung, mulai menggeluti dunia pertanian dua tahun terakhir dilahan seluas 2 hektar miliknya

Saat ditemui media online Post Minggu, (18/4/2021). Ia menyebutkan, banyak tengkulak dari luar Kutim yang datang untuk membeli hasil panen miliknya

Baca Juga :  Joni: BPJS ketenagakerjaan Tidak Membebankan TK2D

“Selain dari Sangatta, ada yang dari Bontang, Samarinda dan juga Berau. Mungkin lebih hemat ongkos pengiriman ketimbang dari luar Kalimantan,” ucapnya

Melimpah Di Kutim, Tapi Terkendala

Namun, diluar hal itu jalan masuk menuju ke ladangnya saat turun hujan seperti saat ini, menjadi masalah baru. Hanya mobil double yang bisa masuk

Untuk diketahui, jalan tersebut merupakan jalan pintas terdekat dari Kecamatan Bengalon khususnya Tepian Baru ke

Saat melalui jalan tersebut, waktu yang ditempuh hanya 10 menit. Sedangkan jika melalui jalan yang selama ini dipakai lalu lalang kendaraan besar, bisa memakan waktu 30 menit

Baca Juga :  Sekdis Pendidikan Hadiri Rapat Paripurna RPJMD Tahun 2021-2026

Edi berharap, pemerintah bisa membantu petani untuk memperbaiki jalan masuk agar hasil panen masyarakat bisa segera tersalurkan ke pedagang

“Harapan kita sebagai petani, pemerintah bisa mendengar keluhan kami supaya hasil panen bisa langsung keluar dari kebun dan tidak menumpuk seperti saat ini,” ujarnya

Mudahan dengan datangnya Kutim Post kesini, segera di dengar oleh instansi terkait untuk perbaikan jalan, minimal pengerasan. Lanjut pria kelahiran Ponorogo ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *