Penutupan FPB 2025: Kutim Mantapkan Langkah Ekspansi Event Budaya

oleh -34 Dilihat
oleh

SANGATTA – Festival Pesona Budaya (FPB) 2025 yang digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi ditutup setelah menyuguhkan ratusan penampilan seni dari berbagai daerah. Panggung utama di Alun-alun Bukit Pelangi menjadi saksi meriahnya puncak gelaran yang berlangsung Minggu (23/11/2025) malam.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam sambutannya mengatakan bahwa FPB tahun ini membuktikan bahwa masyarakat Kutim mampu menampilkan kekayaan budaya dengan kualitas yang membanggakan. Ia menyebut keberagaman etnis di Kutim merupakan modal berharga dalam memperkuat karakter daerah sebagai rumah budaya Nusantara.

“Festival ini adalah bukti bahwa budaya yang tumbuh di masyarakat Kutim tidak boleh hilang. Budaya adalah identitas, dan kita berkewajiban menjaganya,” ujar Ardiansyah.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Disdikbud Kutim, Dewan Kesenian, pelaku UMKM, serta seluruh masyarakat yang turut memeriahkan FPB. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan berkomitmen menjadikan FPB sebagai agenda rutin yang terus diperbesar skalanya.

Dalam penampilan penutup, seni tradisi pesisir dan pedalaman menjadi ikon utama yang mewakili karakter lokal. Bupati bahkan menyebut akan ada penguatan edukasi budaya dalam event serupa ke depan, agar tidak hanya menjadi tontonan, tapi juga pembelajaran sejarah bagi generasi muda.

“Kita tidak akan meninggalkan budaya klasik yang mencerminkan kehidupan awal masyarakat di Kutim. Melalui festival dan penelitian budaya, kita akan terus menggali akar peradaban daerah ini,” tegasnya.

Penutupan kemudian dilakukan secara langsung oleh Bupati dengan disambut sorak penonton. Sebagai pamungkas, penyanyi nasional Fanny Soegi tampil menghibur masyarakat, mengakhiri FPB dengan suasana hangat dan meriah. (ADV)

Baca terus artikel kami di GoogleNews

No More Posts Available.

No more pages to load.