Cek Kesiapan Jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Bupati Minta Jajaran Teknis Segera Turun Kelapangan

oleh -197 views
oleh

SANGATA- Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman meminta seluruh jajaran teknisnya untuk segera terjun kelapangan untuk mengecek kesiapan menjelang hari raya idul fitri 1444 Hijriah.

Hal itu disampaikan orang nomor satu di Kutim usai mengikuti rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama lintas Kementerian secara virtual (Zoom) di ruang Tempudau Sekertariat Kabupaten pada Senin (10/04/2023).

Termasuk memastikan harga-harga kebutuhan bahan pokok yang beredar di pasar, kalau kita di Kutim ini diantaranya Sangatta, Kongbeng, Sangkulirang, Bengalon dan Rantau PulungPulung, yang bisa kita jadikan acuan, ” ujarnya di hadapan Plt Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim Didi Herdiansyah, beberapa kepala Perangkat Daerah (PD) yang tergabung dalam TPID serta undangan yang hadir.

Baca Juga :  Terkait TKA di Kutim, Agusriansyah Minta Perusahaan Kooperatif Melaporkan ke Disnaker

Meskipun saat ini kondisi inflasi khusus di Kaltim cenderung stabil, namun pihaknya tetap menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan harga yang biasanya meningkat menjelang hari raya idul fitri.

“Laporan dari Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perternakan bahwa saat ini kita ada stok beras lokal sebanyak 670 ton, saya minta kepada OPD terkait untuk di rangkul, ” ucap Ardiansyah.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam arahannya meminta agar seluruh kepala daerah melakukan langkah antisipasi dan persiapan menjelang hari raya idul fitri 1443 Hijriah.

Baca Juga :  Sinkronisasi Pelaksanaan Bazar UMKM Roadshow 2023, Diskop UKM Kutim Gelar Rapat Persiapan

“Lakukan survei kecukupan pangan di wilayah masing-masing, dan segera berkoordinasi dan lakukan intervensi apabila ada gejolak kenaikan harga atau kekosongan kebutuhan pokok pangan tertentu, ” ujarnya.

Selain itu, mantan Kapolri ini juga meminta pemerintah daerah gencar melakukan pasar murah untuk mengantisipasi kenaikan harga yang biasanya terjadi saat mendekati hari raya idul fitri.

“Kalau diperlukan, bisa juga memberikan bantuan sosial langsung kepada masyarakat, termasuk memberikan subsidi kepada penyedia layanan transportasi, ” pungkasnya. (G-S08)