Dinkes Kutim Tarif RT-PCR Kutim, Sesuai SE Kemenkes RI

oleh -

SANGATTA, POST – Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK 02.02/1/3843/2021 tentang batas tarif tertinggi pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Berdasarkan SE tersebut, batas pelayanan kesehatan dan fasilitas pemeriksaan lainnya adalah, pemeriksaan RT-PCR di Pulau Jawa dan Bali sebesar Rp 275.000. Kemudian, untuk RT-PCR diluar Pulau Bali dan Jawa sebesar Rp 300.000

Batas tertinggi sebagaimana dimaksud berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan RT-PCR atas permintaan sendiri atau mandiri.

Baca Juga :  Atlet Panahan Kutim Minta Restu Bupati Sebelum Tanding

Berkenaan SE tersebut, Kepala Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dr Bahrahni mengaku telah mendapat SE itu juga dan telah diteruskan kepada Rumah-Rumah Sakit maupun Klinik atau tempat lainnya yang melukaan pelayanan RT-PCR.

“Ada dua tempat di yang telah melaksanakannya (SE) yakni, Rumah Sakit Kudungga (RSUD) Sangatta dan Klinik Tirta yang ada di Hotel Pinang. Ada rumah sakit swasta lainnya juga, namun harus dikirim dulu ke laboratorium di Samarinda atau Bontang (RS PKT) sehingga hasil tidak bisa langsung sehari,” ungkap saat dihubungi awak media, Senin (1/11/2021).

Baca Juga :  137 Guru PAUD Yang Dibiayai Pemkab Kutim Akhirnya Sandang S1

Sebelum adanya SE itu, lanjut Bahrani, diawal-awal tarif RT-PCR di sempat mencapai Rp 2 juta, Rp 900 ribu terakhir Rp 500 ribu. Namun, setelah ada SE tersebut semua diwajibkan untuk mengikuti aturan Kemenkes RI.

“Untuk kesediaan bahan PCR ada di Kutim, walaupun bahan yang disediakan sebelumnya mahal, tapi harus tetap menyesuaikan dengan SE sekarang Rp 300 ribu,” tutup Bahrani.(adv)