Jimmy Soroti Kualitas Air Bekas Tambang

oleh -524 views
oleh

SANGATTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Jimmy, soroti rencana pemanfaatan air bekas lubang tambang sebagai sumber air baku di wilayah Kutim. Menurutnya, rencana ini memerlukan perencanaan yang matang dan jaminan terhadap kualitas air yang aman untuk dikonsumsi.

Hal itu dikatakannya kepada awak media di Ruang Kantin DPRD Kutim di Sekretariat DPRD Kutim belum lama ini.

Lanjut Jimmy, berdasarkan analisis pemanfaatan air lubang tambang tersebut hasilnya kurang layak dan tidak cocok untuk di konsumsi. Karena kadar keasaman cukup tinggi serta adanya merkuri hasil gesekan besi alat berat saat galian.

Baca Juga :  Joni Tinjau Langsung Aspirasi Yang Telah Terserap Di Desa Sepaso Induk

“Air lubang tambang sebagai air baku dikategorikan tidak layak, sebab kadar asam air masih cukup tinggi bahkan mengandung zat yang berpotensi merkuri,” ujar Jimmy.

Menurutnya, air yang dapat dianggap aman untuk dikonsumsi adalah air yang terdapat kehidupan, seperti air kawah yang sudah ditumbuhi lumut atau memiliki kehadiran hewan seperti katak dan ikan.

“Jika sudah ada kehidupan di sana seperti katak atau ikan, itu menandakan air tersebut sudah aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Namun, dia juga menyadari bahwa proses terbentuknya air yang aman untuk dikonsumsi membutuhkan waktu yang panjang. Maka pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat menjadi tugas berat yang haus diatasi oleh anggota DPRD Kutim.

Sementara itu disinggung terkait kualitas air pasca tambang, Politisi dari PKS ini mengungkapkan perlu adanya koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat khusus dengan Kementerian SDM dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengembalikan alam agar tidak terlalu berdampak pada manusia.

Baca Juga :  Deklarasi Damai Diharap Jadi Pegangan Calon Kades

“Kualitas air setelah tambang perlu menjadi pembahasan penting, sudah seharusnya dibahas sejak sekarang,” tambahnya.