Kasmidi Bulang, Minta HMI Menjadi Motor Penggerak dan Lakukan Kritik Sosial

oleh -860 views
oleh
Kasmidi bulang

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Kasmidi Bulang, Minta HMI Menjadi Motor Penggerak dan Lakukan Kritik Sosial.

Wakil Bupati (Wabup) sekaligus Ketua Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kutai Timur (Kutim) menyerahkan secara simbolis paket berupa sarung, kopiah dan obat-obatan kepada peserta (anak) khitanan massal.

Kasmidi Bulang dalam sambutannya menyampaikan mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan bakti sosial (baksos) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sangatta Kutim.

Menurutnya, kegiatan seperti ini harus disupport karena memiliki nilai positif untuk masyarakat luas.

Itu disampaikannya pada saat acara memperingati hari anak nasional sekaligus agenda bakti sosial (Baksos) khitanan massal yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sangatta Kutim, di Sekretariat HMI, Jalan Prof Lafran Pane, Gang Insan Cita.

Baca Juga :  Kadis Kominfo Kutim; Harus Ada Dukungan Dari Pusat

“Hal ini juga menjadi solusi pada masyarakat kita berkaitan dengan anaknya yang sudah siap atau sudah layak untuk dikhitan atau disunat. Yakin saja apa yang kita lakukan pada hari ini pasti berbuah pahala bagi kita semua,” ucapnya.

Ia berharap, kegiatan-kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Karena, ternyata antusias dari para pendaftar sendiri sungguh luar biasa.

Kata dia diketahui peserta yang mendaftar ada hampir 200 anak, tapi karena terkendala waktu dan persiapan yang kurang jadi hanya bisa memuat 100 anak.

“Tapi saya pikir jangan khawatir, kedepannya tetap akan dibikin program-program semacam ini,” tegas Kasmidi Bulang.

Baca Juga :  Bupati Ardiansyah Resmi Buka Turnamen Mini Soccer DPRD Cup 2023

Kemudian ia juga berharap, Kader HMI Cabang Sangatta bisa menjadi motor penggerak sekaligus partner di pemerintahan sehingga bisa lebih bersinergi lagi kedepannya.

“Karena kita butuh anak-anak muda yang punya jiwa serta visi yang jauh kedepan untuk memback-up. Baik itu program pembangunan maupun kritik-kritik sosial. Sehingga terjadi balance antara masyarakat dengan pemerintah daerah,” bebernya. (Adv)