Kelompok Tani Sidodadi 110 Tepian Baru, Sukses Panen Raya Semangka

oleh -
Kelompok Tani Sidodadi 110 Tepian Baru Sukses Panen Raya Semangka
PEMKAB KUTIM

BENGALON – Kelompok Tani Sidodadi 110 Tepian Baru, sukses panen raya semangka

Sukses di panen pertama, Edy Supriyanto atau yang lebih di kenal bapak Junjung kembali memetik hasil buah semangka. Kamis, (5/11/2020)

kelompok tani sidodadi

Kali ini, ia mulai memperkenalkan kelompok tani binaanya kepada masyarakat luas, melalui panen raya yang dihadiri Muspika Kecamatan Bengalon

“Dengan adanya acara seperti ini, kami harap para petani bisa lebih makmur, khususnya petani yang ada di Bengalon,” tuturnya

Saat ditemui Kutimpost.com Supriyanto menyebutkan, tanah seluas 2 hektar miliknya selain ditanami semangka, ada juga jeruk dan durian

Yang menjadi permasalah utama para petani menurutnya, adalah saat harga buah turun dipasaran. Walaupun demikian, ia tetap optimis tetap mendapatkan untung biarpun sedikit

Baca Juga :  Pemerintah Desa Tepian Baru Bengalon, Muspika dan Masyarakat Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

Kisah sukses kelompok tani Sidodadi

Lanjut Supriyanto, saat ini harga semangka turun menjadi Rp 3.000 perkilo dari tengkulak

“Beberapa hari yang lalu harga Rp 3.500, tapi hari ini turun menjadi Rp 3.000 perkilo,” ucap pria pemilik warung Junjung ini

Namun demikian, ia tetap bersyukur walaupun keuntungannya sedikit jika disyukuri akan menjadi nikmat. Lanjutnya

Kepada wartawan Kutimpost.com ia menceritakan, keinginannya untuk membuat agrowisata di Tepian baru

“Saya ingin menjadi salah satu barometer agrowisata di Kutai Timur,” pungkasnya

Kisah sukses kelompok tani Sidodadi Desa Tepian Baru 110 Bengalon
Kepala UPT P3P Bengalon Luki Harsono didampingi Iptu Ali Mustofa, saat panen raya semangka di bengalon

Hal senada juga disampaikan Luki Harsono, selaku Kepala UPT P3P (Penyuluhan Pertanian Peternakan dan Perkebunan) Kecamatan Bengalon

Baca Juga :  Joni, Warga Tepian Baru Bengalon Minta Fasilitasi Pemasangan Listrik

Melalui program pertanian terpadu, Luki yakin kedepan petani bisa memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar mereka

“Kita memakai konsep pertanian terpadu, yang terintegrasi antara kebun sawit, ternak dan tanaman holtikultura,” tuturnya

Terkait bantuan pemerintah dan perusahaan untuk petani, Luki menyebutkan Pemda melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan telah memberikan bantuan bibit dan sapi bali untuk kelompok tani

“Dinas Pertanian dan Perkebunan memberikan bantuan berupa bibit kelapa sawit, bibit jeruk dan sapi bali, sedangkan untuk kandang swadaya dari masyarakat,” lanjutnya

Sedangkan, untuk Perusahaan memberikan bantuan berupa perbaikan akses jalan dan peralatan pertanian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *