Kiyai JUMERI DAHRI, SH., M.Si, selaku Penerus Ilmu Ma’rifatullah Wa Ma’rifaturrosul Sambangi Jama’ah Ikhwanul Ma’rifah di Sangatta

oleh -
Kiyai JUMERI DAHRI
kutim post - Kiyai JUMERI DAHRI, SH., M.Si, selaku Penerus Ilmu Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrosul Sambangi Jama'ah Ikhwanul Ma'rifah di Sangatta

KUTIMPOST.COM, SANGATTA – Penerus Ilmu Ma’rifatullah Wa Ma’rifaturrosul (Kiyai JUMERI DAHRI, SH, M.Si) menyambangi jama’ahnya di Sangatta.

Dalam kesempatan ini, Kyai JUMERI DAHRI. ,M.Si didampingi beberapa Ustadz lainnya : Ustadz Syahrani Effendi, Ustadz Akhmad Riadi, Ustadz Ambo Angka dan beberapa pendamping.

Acara digelar di Pendopo Majelis Jl Rawa Gabus Selatan tersebut Jumat, (18/7/2020).

Dalam sambutannya, ,,M.Si sangat menekankan kepada Ikhwanul Ma’rifah bahwa begitu pentingnya menjalankan “Enam Pegangan” sebagai kompas.

“Eman Pegangan” terdiri dari : Tiga Pegangan Keluar dan tiga Pegangan Kedalam dan itu harus diamalkan, agar selamat dunia dan akhirat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Swasembada Beras, Dinas Pertanian Kutim Siap Terima Tantangan

kiyai jumeri

Tiga Pegangan Keluar tersebut adalah : Al Qur’an, Al hadits dan Undang-undang Dasar NKRI 1945. Lanjutnya.

Tiga Pegangan Kedalam adalah : Kepada Allah SWT, Rosulullah SAW, dan Kepada Guru.

Selain itu, Kiyai JUMERI DAHRI, ,M.Si, juga menghimbau agar para jama’ahnya terus menjaga kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah tentang “Protokol Kesehatan” supaya bisa terus beribadah.

Ustadz Sugeng selaku pengurus yang ada di Selatan mengungkapkan, kedatangan Kiyai JUMERI DAHRI, SH.,M.Si selaku Penerus Ilmu Ma’rifatullah Wa Ma’rifaturrosul sudah lama ditunggunya.

“Syukur Alhamdulillah, Abah Kiyai datang dan memberikan dukungan penuh baik dzahir maupun bathin,” tuturnya.

Baca Juga :  RSIA Cahaya Sangatta Menghentikan Semua Kegiatan Untuk Sementara, Dampak Covid-19

Ustadz Sugeng merupakan perintis majelis yang saat ini sudah memiliki pendopo sendiri, hasil dari swadaya para jama’ah Ikhwanul Ma’rifah.

Pria yang kesehariannya berjualan dipasar ini terlihat sumringah ketika berbincang-bincang dengan sang guru.

kiyai jumeri