Panen Raya Padi Organik Desa Teluk Pandan

oleh -574 views
oleh
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman bersama Ketua DPRD Kutim, Joni, ikut dalam Panen Raya Padi Organik, di Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan.

KUTIMPOST.COM, Teluk Pandan – Panen Raya Padi Organik Desa Teluk Pandan. Padi organik yang dikembangkan Kelompok Tani Pada Idi, seluas 2 hektar menjadi daya tarik tersendiri, khususnya dalam dunia pertanian yang ada di Kabupaten Kutai Timur.

Ketua Poktan Pada idi, Sayhrani mengatakan, dirinya berharap pemerintah terus memberikan perhatian lebih kepada para petani, salah satunya membantu pemasaran beras yang selama ini menjadi permasalahan yang di hadapi oleh petani, termasuk jalan usaha tani yang di gunakan untuk mengangkut hasil pertanian.

“Alhamdulillah, beras organik kita juga di pamerkan di PENAS XVI, mudah-mudahan bisa memberikan dampak yang baik bagi para petani kita di Kutim, khususnya Teluk Pandan,” ujarnya, Senin (12/06/2023) pagi.

Kegiatan yang melibatkan PT PAMA Persada Nusantara sebagai mitra pendamping para Poktan ini hadir juga Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD Kutim, Joni, unsur Forkopimda, beberapa kepala Perangkat Daerah, Camat, perwakilan perusahaan serta undangan lainnya.

Baca Juga :  Satpol PP Kutim Dampingi Bawaslu Lepas APK

Dalam sambutannya Ardiansyah berharap area tanam padi bisa diperluas sehingga akan memberikan nilai manfaat lebih terutama sisi ekonomi bagi masyarakat, diketahui, saat ini lahan yang di gunakan untuk menanam padi organik hanya 2 hektar dari 30 hektar yang ada, sisanya masih di lakukan tanam padi secara konvensional.

“Kebiasaan petani kita kalau menanam sungguh luar biasa, namun giliran sudah jadi beras bingung mau di kemanakan, tapi kami (pemerintah) juga tidak tinggal diam, sejak tahun 2021 lalu, pemerintah mencoba membantu dengan mengambil beras salah satunya dari Kecamatan Kaubun sebanyak 40 Ton untuk di jual kepada pegawai di lingkup Pemkab Kutim,“ ujarnya.

Khusus di teluk Pandan, dirinya juga ingin melakukan hal yang sama, yakni menginstruksikan kepada pemerintah Kecamatan serta perusahaan yang beroperasi di sekitar area petani di wilayah tersebut, untuk ikut serta membantu membeli produk beras yang di hasilkan oleh para petani, termasuk dari Poktan Pada idi

“Kalau nggak begitu, masalah pasca panen ini akan terus ada, dan itu menyulitkan para petani kita,” ucap Ardiansyah

Baca Juga :  Wabup Kasmidi Bulang Resmi Tutup Kejuaraan Sprint Race Swimming Open 2023 Kutim

Sementara itu, project manager PT Pama Persada Nusantara Dwi Setiono, mengatakan beras organik yang saat ini di kembangkan Poktan Pada idi yang tergabung dalam Borneo Organik Sehat Sejahtera (BOSS) merupakan satu-satunya yang ada di Kalimantan Timur dan sudah memiliki sertifikasi organik dari lembaga INOFICE sejak tahun 2020.

“Produk ini sudah mampu menembus pasar Samarinda, Balikpapan dan saat ini di sertakan dalam PENAS ke XVI yang saai ini berlangsung di Kota Padang, Sumatera Barat, harapan kami bisa terus di kembangkan hingga ke seluruh Indonesia,” ujarnya