Pelaku UMKM Bengalon Akan Diikutkan Pelatihan Kurasi 

oleh -445 views
oleh
banner 1024x768

BENGALON – Pada Bazar UMKM Promosi di Pantai Sekerat, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terjadi transaksi sekitar Rp 41,7 juta selama enam hari, mulai tanggal 25 hingga 30 April 2023.

Hal tersebut dilaporkan Leon Perwakilan Global Enterpreuner Profesional (GENPRO) sesaat sebelum acara penutupan Bazar di titik ke 4 oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman tersebut. Minggu (30/4/2023) malam.

Leon mengungkapkan transaksi terjadi di hari pertama, rata-rata Rp.1 juta per peserta, yang aktif ada 17 tenda. Kemudian hari berikutnya sampai hari ini, rata-rata Rp.350.000 per peserta.

“Artinya kalau dikalkulasi dari tanggal 25 – 30 April 2023 ada transaksi Rp 41.700 di arena Bazar ini,” kata ia

Dirinya menambahkan, pihaknya berharap transaksi seperti itu terus berjalan. Bahkan Kades diharapkan bisa mengemas acara seperti itu lagi. Karena kegiatan bazar dinilai sangat membantu para pelaku UMKM dalam rangka meningkatkan ekonominya.

Selanjutnya disampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kelompok Tanjung Kerang di Desa Sekerat pada tanggal 9 – 10 Mei 2023 rencananya akan diikutkan pelatihan kurasi (proses menyeleksi terhadap produk UKM sebelum produk diekspor).

“Informasi yang saya dapat, ternyata produk mereka juga sudah ekspor. Karena dibeli oleh beberapa manajemen perusahaan yang ada di sini. Dan dibawa ke China, artinya peminatnya ada. Tinggal nanti kita kemas ini, sehingga menjadi komoditas ekspor jadi bukan lagi hanya dijual di Sekerat, tapi produknya bisa ke luar negeri,” tutur Leon.

Tak berhenti disitu, sambung Leon nanti produk-produk UMKM ini akan dibawa ke beberapa expo. Harapannya dari produk dari Sekerat ini dapat diminati oleh turis-turis nasional.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Sekerat Sunandhika mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kutim melalui Diskop dan UKM Kutim, yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai upaya untuk menggali potensi produk di Desa Sekerat serta mendukung ekonomi kerakyatan. (G-S04)

Baca terus artikel kami di GoogleNews