Pesta Rakyat Pertanian Berkelanjutan, Ini Kata Joni

oleh -457 views
oleh
Pesta Rakyat Pertanian Berkelanjutan, Ini Kata Joni
Pesta Rakyat Pertanian Berkelanjutan, Ini Kata Joni

KUTIMPOST.COM, Rantau Pulung – Pesta Rakyat Pertanian Berkelanjutan, Ini Kata Joni. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Joni, mengapresiasi Pesta Rakyat Pertanian Berkelanjutan tahun 2023, hasil garapan pemerintah Kecamatan Rantau Pulung, yang digelar di alun-alun desa Pulung sari yang di buka oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman, pada Selasa(22/05/2023).

Orang nomor satu di parlemen Kutai Timur, itu mengatakan cara tersebut bukan hanya dihadiri UMKM, tetapi juga petani.

“Tentu saja, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena bukan hanya UMKM kuliner dan kerajinan saja, tapi juga bazzar tetapi juga pertanian, luar biasa terobosan bu Camat,” ucapnya.

Baca Juga :  David Rante Sebut LKPJ 2022 Bentuk Pertanggungjawaban Bupati

Menurutnya, dengan adanya pesta rakyat Pertanian Berkelanjutan yang akan berlangsung mulai tanggal 22 Mei hingga 3 Juni mendatang, menjadi langkah yang tepat, mengingat sebagian besar masyarakat yang ada di Kecamatan yang memiliki slogan Mandiri Aman, Rukun, Tangguh, Sejahtera, Berbudaya, Berkualitas, Sehat, Berakhlak Mulia, Tertib, dan Indah atau di singkat “Mantra Sakti” ini mayoritas besar bermata pencaharian dari hasil pertanian.

“Selain ada pameran dari Bumdes, nanti juga ada pemaparan materi dari PT Pupuk Kaltim terkait pertanian, ini sebenarnya yang penting, agar para petani kita lebih paham bagaimana bertani yang benar,” ujarnya.

Selain itu, dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini, menjadi momentum untuk kebangkitan sektor pertanian yang ada di Kutim, yang saat ini terus di kampayekan oleh pemerintah daerah dan menjadi salah satu program unggulan yang bertujuan untuk mewujudkan kemadirian pangan, khusunya di Kabupaten Kutim.

Baca Juga :  DPRD Kutim Tanda Tangani Kerjasama Dengan Kajari Dalam Bidang Hukum

Sebelumnya dalam laporanya Camat Ranpul Triatiningsih mengatakan, kegiatan ini merupakan hasil dari diskusi dan masukan masyarakat untuk agar membuat program yang bisa membantu para petani, yang berkaitan tentang pertanian dan daya dukung lainya untuk meningkatkan produktifitas pertanian, termasuk menciptakan kemandirian desa, sehingga desa tidak lagi tergantung dengan bantuan pemerintah daerah maupun pusat.