Rapat Koordinasi dan Evaluasi MUI, Penanggulangan Covid-19 Kutim

oleh -16 views
Rapat koordinasi dan evaluasi MUI kepada tim gugus tugas percepatan penanggulangan covid 19 kab KUTIM
Kutim Post - Rapat koordinasi dan evaluasi MUI kepada tim gugus tugas percepatan penanggulangan covid 19 kab KUTIM. (Foto : Pur)

KUTIM POST, SANGATTA – Rapat Koordinasi dan Evaluasi MUI, Kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kutim.

Bertempat di kantor BPBD Jln Sukarno Hatta Kabupaten Kutai Timur, Rabu (15/4/2020).

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh Bupati Kutim ir. Ismunandar Wakil bupati kutim Kasmidi Bulang, SKPD dan pejabat terkait serta, Ketua MUI Kutim H.M. Adam, Ketua dewan syuro PBNU Ust baqir manan, PD Muhamadiyah ( H. Sayuti, Yaqub Fadilah, ust subhan), DPD LDII ( Damuri SP, Imam sujono Lutfi) dan awak media.

Dalam penyampaian Ketua MUI H. Adam sepakat majelis ulama bersama masyarakat untuk berjuang melawan corona covid 19.

Pengurus dan ulama MUI kutim sudah mengadakan konsultasi dan musyawarah, untuk mengakomodir usulan umat islam, yang ada di Kab Kutim terkait ibadah untuk yang masih zona hijau.

Sebab, tidak lama lagi masuk bulan suci Ramadhan, dan hal ini masyarakat harus mengerti.

Dalam sambutannya, Bupati Kutai Timur H. Ismunandar mengatakan bahwa positif dikutim sudah 4 orang

“Kemarin ada cluster gowa dari muara wahau dari 8 orang yang di tes, Sangatta Selatan cluster gowa juga ada yang positif 1 orang bayi 10 bulan,” tuturnya.

Kutai timur dari kaltim adalah pengirim terbesar peserta itjma ulama di Gowa. Dari kutim ada 113 orang yang ikut cluster gowa, dan ini tugas kita untuk mengawasi semakin berat. Lanjutnya.

Disambung oleh Wabup Kasmidi Bulang, ia mengatakan kerja tim sudah maksimal, sebab posko sudah dijaga 24 jam.

“Masalah virusnya tidak terlihat siapa yang membawa karena dari data yang terkena adalah dibawa dari luar kutim,”pasalnya.

Melihat dari beberapa kasus yang ada, Kadiskes dr. Bahrani mengatakan, semua pasien yang positif semua pulang dari perjalanan keluar daerah.

“Semua daerah di Kutim zona merah, walau ada beberapa yang belum ada kasus. Tapi dalam dunia kesehatan kita punya jargon yaitu, lebih baik mencegah dari pada mengobati,” tegasnya.

Kapolres Kutim menegaskan “Ketua MUI jangan membuat aturan yang abu-abu yang bisa menimbulkan peluang masyarakat untuk berkumpul, kalau bisa ambil sikap yang tegas. Karena ini tanggung jawab pemimpin,”

Penanggulangan Covid-19 Kutim

Bupati Kutim sebagai orang yang diberi amanah dan tanggung jawab sebagai pemimpin, dengan kondisi yang ada saat ini.

Serta melihat himbauan MUI Pusat, Propinsi dan mempelajari dengan kondisi saat ini

Maka, Bupati tetap mengambil keputusan mengacu fatwa MUI pada point 4a yaitu melarang kegiatan ibadah ditempat-tempat ibadah termasuk solat jumat dan solat wajib.

Agar keputusan pemerintah ini bisa disosialisasikan kepada ormas islam, ulama-ulama, Dai dan seluruh tokoh masyarakat untuk bisa menyampaikan ke masyarakat secara umum dan jama’ahnya sampai kepelosok pelosok. Tutup Bupati Kutim H. Ismunandar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *