Wabup Tinjau Jalan Penghubung Pelabuhan

oleh -
Wabup Tinjau Jalan Penghubung Pelabuhan
Kasmidi Bulang tinjau langsung jalan penghubung pelabuhan kenyamukan. Selasa, (3/8/2021).

SANGATTA, KUTIMPOST.COM – Wabup Tinjau Jalan Penghubung Pelabuhan. Memasuki tahun 2021 ini, empat tahun sudah Pelabuhan Kenyamukan ditetapkan sebagai tol laut. Pemkab Kutai Timur (Kutim) pun mengebut pembangunan fisik dapat agar segera terealisasikan.

Wakil Bupati Kutim, mengatakan, proyek Pelabuhan Kenyamukan ini telah jadi prioritas Pemkab Kutim.

Apalagi pada awal tahun lalu, aset tersebut telah dilimpahkan oleh pemerintah pusat. Otomatis kewenangan sepenuhnya berada di tangan pemkab.

“Saat ini kami coba percepatan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan,” ucap Kasmidi. Pada Selasa ( 03/08/2021).

Tim percepatan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan pun bergerak cepat. Kini yang diutamakan adalah membangun jalan penghubung. Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang jadi pionir untuk pekerjaan ini.

Baca Juga :  Akibat Lonjakan Covid-19, Bupati Kutim Keluarkan Surat Edaran

Dibantu pula dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang masuk ke Pemkab.

“Untuk membangun kelanjutan jalan melalui anggaran APBD dan melalui CSR,” ungkap Kasmidi.

Wabup Tinjau Jalan Penghubung Pelabuhan

Untuk memastikan itu, Kasmidi turun langsung ke lapangan. Meninjau lahan yang akan dikerjakan Dinas PU. Rencananya jalan yang masih pengerasan tanah itu akan disemenisasi.

Panjangnya mencapai 700 meter. “Tapi karena anggaran terbatas, hanya satu jalur dulu yang dibuat. Selanjutnya coba dianggarkan tahun depan,” tuturnya.

Sementara itu, anggaran yang dipakai untuk membangun jalan penghubung itu sebesar Rp 15 miliar. Kemudian untuk jalan penghubung yang masuk areal pelabuhan, dana CSR yang dipakai.

Namun dipastikan jika struktur pekerjaan fisik akan sama dengan yang dilakukan Dinas PU.

Baca Juga :  Satgas Semprot Desinfektan Sepanjang Jalan Yos Sudarso

Kenapa jalan penghubung ini didahulukan? Karena pekerjaan fisik pelabuhan masih terkendala status. Meski sudah dihibahkan pemerintah pusat, rupanya statusnya masih pelabuhan pengumpul.

Kewenangannya masih berada di pusat. Seharusnya statusnya adalah pelabuhan penumpang lokal.

“Masih berproses diurus. Secepatnya akan kami selesaikan persoalan itu. Agar tetap berproses maka fokus ke jalan penghubungnya dulu,” bebernya.

Kasmidi menjelaskan, Pelabuhan Kenyamukan ini sudah jadi prioritas utama Pemkab Kutim. Maka tak mungkin pembangunannya akan diabaikan. Ia yakin jika pelabuhan ini menjadi pendorong perekonomian.

“Mudah-mudahan pelabuhan yang kita idam-idamkan selama ini bisa terealisasi dengan cepat sesuai dengan harapan kita semua,” Pungkasnya. (ADV)