Pemkab Kutim Bekerja Sama dengan ISI Yogyakarta, Tingkatkan Pariwisata, Seni Budaya dan Ekraf di Kutim

oleh -554 views
oleh
Pemkab kutim bekerja sama
banner 1024x768

KUTIMPOST.COM, Regional – Pemkab Kutim Bekerja Sama dengan ISI Yogyakarta, Tingkatkan Pariwisata, Seni Budaya dan Ekraf di Kutim.

Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 kmĀ² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 11 desa persiapan dan 2 kelurahan.

Dengan luas wilayah tersebut, peluang untuk meningkatkan dunia pariwisata di Kutim sangat terbuka lebar.

Untuk meningkatkan peluang itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menjalin kerjasama dengan Institut Seni indonesia (ISI) Yogjakarta mengadakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengembangan Pariwisata, Seni Budaya, dan Ekonomi Kreatif.

Baca Juga :  Pemkab Kutim dan DPRD Setujui Raperda Pedoman Tata Kearsipan

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Rektor ISI Timbul Raharjo dengan Kepala Dispar Kutim melalui Sekretaris Tirah Satriani, di Ruang VIP Rektorat ISI Yogyakarta, Senin (7/8/2023). Penandatanganan kerjasama itu, turut disaksikan Kabag Kerjasama Setkab Kutim Ardiyanto Indra Purnomo, Ketua LPPM, Nur Sahid dan Sekretaris Akhmad Nizam.

Sekretaris Dispar Kutim, Tirah Satriani, menerangkan maksud MoU ini untuk memberikan landasan hukum yang jelas dalam kegiatan kerjasama guna kelancaran pelaksanaan tugas dan kewajiban kedua belah pihak.

“Tujuan kesepakatan bersama ini adalah untuk saling memberikan manfaat dalam rangka pengembangan kelembagaan dengan memanfaatkan sumber daya yang akan disediakan oleh masing-masing dalam bidang penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan Pengembangan Pariwisata, Seni Budaya, dan Ekonomi Kreatif,” ujarnya, saat dihubungi via WhatsApp.

Sebagai langkah awal, sambung Tirah Satriani, pihak ISI akan berkunjung ke Kabupaten Kutim untuk melakukan studi kelayakan. Kemudian melakukan penyusunan Masterplan dan Detail Engineering Design (DED) terkait kerjasama tersebut.

Baca Juga :  Ketua DPD Perhiptani Kutim, Kasmidi; Jadi Masukan Penting Penyuluh Pertanian Kutim

“Perencanaan DED ini terkait potensi wisata maupun Ekonomi Kreatif Kutim,” tuturnya.

Sementara itu, Kabag Kerjasama Setkab Kutim Ardiyanto Indra Purnomo mengatakan setelah terjalin kesepakatan bersama ini (MoU) dinas terkait dapat melanjutkan dengan Perjanjian Kerjasama Sama (PKS).

“Seperti yang disampaikan oleh Rektor ISI dan Ketua LPPM nya, bahwa sebelum proses itu (PKS) sebaiknya ada tim dari ISI berkunjung ke Kutim, untuk melihat potensi apa yang bisa digali. Apakah ekonomi kreatif maupun pariwisatanya,” ujar Ardiyanto, saat dihubungi melalui telepon selluler.

Setelah berkunjung, sambungnya, pihak ISI nantinya bisa membuatkan roadmap atau bisa juga membantu pendampingan untuk peningkatan SDM. Dari Roadmap itulah akan diketahui apa yang dibutuhkan Kutim.

“Apakah nanti terkait budaya, seni/musik, tarian atau kuliner, jadi kita tinggal pilih tergantung Perangkat Daerah atau kebijakan Pemerintah Daerah mau fokus dimana,” pungkasnya.